Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia mengukuhkan Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani menjadi Bapak Pedagang Kaki Lima Kepri. Gelar ini diberikan atas jasanya membina pedagang kaki lima sepanjang kariernya selama puluhan tahun.

Selama merintis karir di pemerintahan, Gubernur Muhammad Sani dianggap sudah memberikan kontribusi besar bagi pengembangan pedagang kaki lima, dengan membuat kebijakan-kebijakan pro-UMKM.

Harsono, Ketua KPLI Kepulauan Riau berharap Gubernur dapat mendorong pengalokasian lahan sebagai tempat pedagang kaki lima menjajakan dagangannya. “Agar tidak semeraut lagi. Biar pedagang kaki lima menjadi teratur,” ucap dia.

Sementara Gubernur Kepri Muhammad Sani mengatakan, pedagang kaki lima memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Kepri, sekaligus mendorong perekonomian masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 7,3%, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. Dan sebagiannya merupakan kontribusi dari PK lima,” ujar Gubernur.

Ia bercerita, saat menjadi Wali Kota Administratrif Kota Tanjungpinang, tugas utamanya adalah membina para pedagang kaki lima.

Sepanjang sembilan tahun menjabat wali kota administratif, Gubernur mengaku sangat mengenal dan memahami jiwa PKL. Bahkan, ia mengatakan sangat mengaguni sifat pantang menyerah untuk meraih kesuksesan. “Mereka hebat, melakukan apa pun demi keberhasilan,” ujar dia.

Dia berkomitmen untuk terus mendorong perkembangan pedagang kecil. “Saya akan dukung, asalkan sesuai dengan peraturan,” tutur Gubernur.

Pengukuhan pengurus DPW APKLI Kepri, DPD APKLI Kota Batam, Tanjungpinang, Lingga dan Karimun dimeriahkan dengan festival kaki lima di pelataran mal terbesar di Batam. (ant)