Mantan Gubernur Kepri, Muhammad Sani mengungkap keinginan besarnya untuk memajukan Kepri. Sani, yang juga calon incumbent itu punya tekad kuat untuk merangkai konektivitas transportasi antar pulau dengan moda transportasi laut yang unggul dan memadai.

“Konektivitas antar pulau yang maju, itu mimpi besar saya untuk Kepri,” ujar Sani yang didampingi jajaran Tim Suksesnya saat bertandang ke kantor Batam Pos, Jumat (28/8).

Dengan konektivitas yang unggul, ia yakin kemajuan dan kemudahan yang dirasakan satu wilayah juga bisa didistribusikan merata ke daerah lainnya di Kepri. Tak hanya itu, masyarakat dari satu daerah juga kian mudah bepergian ke daerah lain.

“Wilayah kita 96 persen laut, sudah semestinya transportasi laut dibenahi,” katanya dihadapan General Manager Batam Pos, Chandra Ibrahim dan jajaran pimpinan Batam Pos lainnya.

Muhammad Sani berharap dengan kemudahan transportasi tersebut bisa meminimalkan mahalnya harga barang-barang dan komoditas pokok di pulau-pulau jauh. Pasalnya, keterbatasan jumlah kapal dan lamanya waktu tunggu berujung pada lamanya proses pengiriman barang ke pulau-pulau tersebut. Tak heran, harga jual barang tersebut jadi mahal karena distribusi tak lancar.

“Misalnya dulu kapal ke Natuna hanya dua, tapi itu tidak cukup dan akan kita upayakan dua lagi,” terang Mantan Bupati Karimun itu.

Begitu juga dengan tambahan kapal Roll On Roll Off (Roro). Sani berkeinginan merangkai lebih banyak destinasi daerah yang akan disinggahi kapal yang sekaligus dapat mengangkut orang, barang dan kendaraan tersebut.

“Tak hanya sampai ke Dabo atau Natuna, kami juga ingin mengoneksikan jalur Roro hingga ke Pontianak dan ke Jambi,” ujarnya.

Sani juga tak lupa menyebut keinginanya membangun pelabuhan penunjang transportasi laut yang andal. Pria yang telah mengabdi di pemerintahan sekitar 45 tahun lamanya itu juga menceritakan upayanya mengebut pembuatan pelabuhan Sijantung, Galang yang mestinya selesai tahun ini juga.

“Karena dari Sijantung ke Daik (Lingga) itu cuma satu jam,” jelasnya.

Tak hanya konektivitas transportasi, Sani yang periode pertamanya sebagai Gubernur Kepri baru berakhir pada 19 Agustus lalu itu juga berkomitmen untuk merangkai interkoneksi listrik antar pulau di Kepri. Ia menyebut, interkoneksi listrik Batam-Bintan yang ditunjang dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) di Tokojo dan Dompak dinilai dapat membantu defisit listrik di Pulau Bintan. Konsep serupa yang tengah ia gagas untuk mentransmisikan energi listrik dari satu pulau ke pulau yang lain di Kepri.

“Kita bicara bagaimana mengaitkan pulau-pulau tersebut dengan listrik agar perkembangan wilayahnya bisa maju,” kata dia.

Sani juga mengungkap keinginannya untuk kembali memajukan dunia pariwisata di Kepri. Ia menyebut, beberapa kabupaten memiliki potensi alam yang sangat indah dan layak dioptimalkan untuk jadi destinasi wisata baru. Kabupaten Kepualaun Anambas misalnya, yang memiliki Pulau Bawah. Ia menyebut, pulau tersebut memiliki keindahan bawah laut yang tak kalah elok dengan destinasi wisata Bunaken di Sulawesi Utara.

“Kita punya pulau yang masuk kategori beautiful islands in the world (pulau-pulau indah di muka bumi), dan itu ibaratnya the sleeping giant (raksasa wisata yang tengah tertidur),” jelasnya.

Selain itu, pelbagai persoalan mendasar juga tak luput dari gagasan Sani untuk pembangunan Kepri yang lebih maju ke depan. Pasangan calon Gubernur yang mendapatkan nomor urut satu saat Pilkada Kepri, 9 Desember nanti itu juga mengaku akan fokus untuk pengentasan kemiskinan. Misalnya, menambah kalangan masyarakat yang akan mendapatkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Selama lima tahun kemarin ada 22 ribu rumah yang sudah diperbaiki,” ujar Sani.

Menurut ia, jumlah itu belum tuntas ia bantu mengingat Badan Pusat Statistik merilis setidaknya ada 35 ribu RTLH yang masih perlu pembenahan dan bantuan pemerintah.

“Masih belum selesai, kalau kami bisa lima tahun lagi, yang 13 ribu rumah akan kami lanjutkan bantuannya,” ucapnya.

Hal lain yang juga jadi konsen Sani yakni masalah pendidikan yang lebih merata serta mengatasi persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat. Bidang-bidang itu telah mulai ia kerjakan dan carikan solusinya sejak awal menjabat pada 2010 lalu. (batampos/ind)