Organisasi Konferensi Negara-Negara Islam (OKI) mengharapkan, agar Indonesia terus meningkatkan perannya terlebih dalam menyebarkan pemahaman bahwa Islam merupakan agama anti-kekerasan.

“Adalah tanggung jawab kita bersama untuk bersama-sama mengedepankan pandangan ini,” kata Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Negara-Negara Islam (OKI) Iyad Madani usai diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Raja Faisal, Jeddah, Sabtu.

Ia mengatakan, pertemuannya dengan Presiden Jokowi terkait juga dengan peran Muslim dan negara-negara yang berpenduduk Muslim untuk terus menyuarakan pemahaman yang benar atas Islam.

“Mereka yang bergabung dalam OKI karena kesamaan agama yang dianut, yaitu Islam, sehingga pandangan tentang bagaimana Islam sebenarnya bisa disampaikan,” katanya.

Sementara itu, Menlu RI Retno LP Marsudi mengatakan, OKI juga menyambut baik terkait usulan Indonesia dibentuknya kontak group terkait upaya memperkuat solidaritas sesama negara Islam menghadapi berbagai masalah.

“Di awal pertemuan Sekjen OKI menyampaikan aspirasi kepada Indonesia atas peran aktif di OKI, juga disampaikan apresiasi Indonesia di mana antara demokrasi dan Islam dapat berjalan bersama,” katanya.

Retno menambahkan, usulan pembentukan kontak group mendapatkan sambutan yang baik dari OKI.

Sekjen OKI dalam pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo juga menyampaikan undangan kehadiran Presiden dalam tiga Konferensi OKI yang akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang dan awal 2016.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menlu Retno LP Marsudi, Seskab Pramono Anung, Menteri ESDM Sudirman Said dan utusan khusus Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab.

Usai menerima Sekjen OKI, Presiden kemudian menuju Istana Al-Salam Diwan Malaki untuk melakukan pertemuan dengan Raja Salman bin Abdulaziz sekaligus menerima penghargaan King Abdulaziz Medal dari pemerintah Arab Saudi. (ant)