Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghadiri Rapat Koordinasi Hari besar Keagamaan 2017 dan Tahun Baru 2018 serta Sosialisasi kebijakan Perdagangan Dalam Negeri 2017.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Menhub menyampaikan beberapa arahan kepada perwakilan Dinas Perdagangan dari seluruh Indonesia.

“Saya menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan policy pemerintah khususnya di wilayah Indonesia Bagian Timur bahwasanya kita sudah ada tol laut. Melalui tol laut saat ini sudah terjadi disparitas harga berkurang,” jelas Menhub di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta pada Kamis (2/11/17).

Menhub menambahkan, ada beberapa tugas selanjutnya yaitu bagaimana mengangkut barang-barang dari Indonesia Timur ke Barat melalui tol laut.

“Sekarang ini kita punya PR (pekerjaan rumah) adalah bagaimana mengangkut barang2 dari indonesia timur ke barat. Yang pertama efisiensi pengiriman dan pendistribusian logistik melalui tol laut, yang kedua membuat mereka punya kepastian berdagang dan industri tertentu. Kita akan create tentunya bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan,” papar Menhub.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Enggar mengatakan tol laut menjadi peluang bagi pengusaha di daerah untuk mendistribusikan produknya.

“Sebenarnya cukup banyak produk-produk yang dihasilkan di kawasan timur yang dia tidak bisa keluar sehingga menjadi rusak dan tidak terjual karena masih beranggapan transportasinya mahal. Sekarang dengan adanya tol laut bisa menjadi peluang yang besar bagi pengusaha di daerah untuk bisa masuk,” ujar Enggar.

Enggar juga meminta Kepala Dinas Perdagangan untuk ikut mensosialisasikan tol laut.

“Tolong Kepala Dinas Perhubungan sosialisasikan bahwa ini terbuka untuk segera memanfaatkan fasilitas atau kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah untuk bisa menggunakan tol laut,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menhub juga menerima masukan dari perwakilan Dinas Perdagangan di wilayah Indonesia diantaranya Provinsi Maluku, Sulawesi Selatan, Makassar, Bangka Belitung, Kalimantan Utara.

“Saya banyak menerima masukan berkaitan dengan pelabuhan yang kurang produktif, tidak governance, harga kemahalan, dan tata cara yang kurang baik. Kita akan koordinasikan seperti di Kalimantan Timur kita bisa menurunkan harga 1 kontainer kemudian kita usahakan kapal yang balik membawa muatan sehingga membuat kapal menjadi ekonomis,” kata Menhub.

Sedangkan untuk Sulawesi Utara akan dibuatkan jadwal untuk meningkatkan efektivitas pelabuhan, serta di kalimantan Utara dengan menambah subsidi angkutan dan membangun beberapa bandara di perbatasan.

Menhub juga mengingatkan agar memberikan laporan jika ada yang melanggar ataupun mempersulit proses pendistribusian barang.

“Kedepan, kita akan tentukan tarif batas atas terhadap kontainer, kemudian bagi pelabuhan yang tidak produktif kita akan distribusi peralatan-peralatan seperti forklift dan untuk yang melanggar, segera infokan dan akan kita berikan sanksi,” pungkasnya.