Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN, Bambang Dwiyanto meyakini jajaran direksi dan dewan komisaris yang baru ditunjuk oleh Kementerian BUMN pada Selasa (23/12) lalu, bisa membawa semangat baru bagi perseroan.

Setidaknya, kata Bambang, ada tiga tantangan yang harus diselesaikan oleh para direksi yang baru. Salah satunya yakni mencari solusi untuk segera mengatasi masalah pemadaman listrik yang masih terjadi di Indonesia. Serta meningkatkan efisiensi PLN, terutama efisiensi biaya produksi listrik dan meningkatkan daya pasokan listrik nasional.

“Pemerintah menugaskan direksi PLN yang baru untuk menyelesaikan tiga tantangan tersebut,” ujar Bambang dalam siaran persnya, Kamis (25/12).

Di samping itu, lanjut Bambang, pemerintahan juga menargetkan untuk menambah kapasitas pasokan listrik nasional dalam lima tahun ke depan sebesar 35.000 Mega Watt (MW). Di mana seluruh pihak harus turut mendukung terwujudnya pasokan listrik sebesar 35 ribu MW.

“Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah tidak hanya menugaskan kepada PLN saja. Pemerintah juga berharap banyak pada peran swasta dan dukungan penuh dari masyarakat,” tandas dia.

Berikut jajaran direksi dan komisaris baru PLN:

Direktur Utama : Sofyan Basir.
Direktur : Sarwono Sudarto.
Direktur : Nicke Widyawati.
Direktur : Murtaqi Syamsuddin.
Direktur : Supangkat Iwan Santoso.
Direktur : Amin Subekti.
Direktur : Nasri Sebayang.
Direktur : Amir Rosidin.

Daftar anggota Dewan Komisaris yang baru :

Komisaris Utama : Chandra M. Hamzah.
Komisaris : Budiman.
Komisaris : Hasan Bisri.

Ketiga anggota Komisaris yang baru tersebut menggantikan Yogo Pratomo, Achmad Yani Basuki dan Jarman yang diberhentikan dengan hormat sebagai anggota Dewan Komisaris.

(jp/ind)