Lima orang terpilih sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 2014-2019 melalui mekanisme voting oleh Komisi XI DPR, Senin (15/9/2014). Pemilihan dilakukan melalui dua kali voting.

Mereka yang terpilih adalah Rizal Jalil, Achsanul Qosasi, Moermahadi Soerja Djanegara, Harry Azhar Azis, dan Eddy Mulyadi Soepardi.

Pada voting pertama, empat nama mendapatkan suara terbanyak yaitu Rizal Jalil, Achsanul Qosasi, Moermahadi Soerja Djanegara, dan Harry Azhar Azis. Sementara, di posisi kelima, ada dua nama dengan jumlah suara sama yaitu Nur Yasin dan Eddy Mulyadi Soepardi dengan 23 suara.

Pada voting dua, Eddy terpilih setelah unggu 11 suara dari Nur Yasin.

“Lima nama ini akan kami usulkan ke Bamus (Badan Musyawarah) untuk kemudian diambil keputusan di rapat paripurna,” kata Ketua Komisi XI DPR RI Olly Dondokambey, seusai pemilihan anggota BPK di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2014) malam.

Olly mengatakan, kelima nama ini sudah dipastikan sebagai Pimpinan BPK periode 2014-2019.

“Tidak ada perubahan lagi. Kecuali dari lima nama ini ada yang tidak melengkapi prosedural administrasi,” kata Olly.

Ia menilai, lima orang yang terpilih ini sesuai dengan kriteria yang diinginkan Komisi XI. Meski ada yang berasal dari partai politik, Olly yakin mereka bisa bekerja profesional, independen, dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Dua orang anggota terpilih yang berasal dari partai politik adalah Achsanul Qosasi asal Partai Demokrat, dan Harry Azhar Azis yang merupakan politisi Partai Golkar.

“Saya yakin semua sudah negarawan lah. Dan kalau pun ada yang dari partai, mereka kan sudah pengalaman juga dan tahu bagaimana cara bersikap independen,” kata Olly. (kps)