Usai menggelar rapat konsultasi dengan DPD I se-Indonesia, Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie (Ical), mengumumkan nama-nama tim penjaringan bakal calon kepala daerah untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar pada akhir 2015.

Tim tersebut, kata Ical, berisi lima orang yang nantinya akan berkoordinasi dengan tim penjaringan yang diajukan oleh Partai Golkar Munas Ancol dari kubu Agung Laksono.

“Lima orang tim sudah dibentuk, dan akan bekerja kalau mereka (kubu Agung Laksono),” kata Ical, saat ditemui usai memimpin rapat konsolidasi di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (2/6/2015).

Ical mengungkapkan, telah menunjuk MS Hidayat sebagai ketua tim penjaringan tersebut. Sementara empat anggota lainnya, yakni, Theo L Sambuaga, Syarif Tjitjip Soetardjo , Aziz Syamsuddin, dan Nurdin Halid.

Sementara itu, untuk Partai Golkar versi Munas Ancol yang dipimpin oleh Agung Laksono memilih Yorrys Raweyai sebagai Ketua Tim Penjaringan calon kepala daerah yang akan diajukan Golkar. Tim ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian perdamaian yang disepakati kedua kubu di Golkar pada 30 Mei lalu.

“Sebagai tanda keseriusan, maka kelanjutan dari perdamaian yang kita sepakati 30 Mei lalu, membentuk tim penjaring atau tim teknis dari masing-masing pihak. Kami menyepakati pertama, Yorrys Raweyai yang bertindak sebagai ketua tim dari pihak kami,” kata Sekretaris Jenderal Golkar kubu Ancol Zainuddin Amali, saat dihubungi, di Jakarta, Jumat (5/6/2015).

Selain Yorrys, nama-nama lain yang masuk dalam tim kerja penjaringan calon untuk pilkada serentak adalah Ketua Bidang Organisasi Ibnu Munzir, Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM Lawrence Siburian, Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Gusti Iskandar, dan Wakil Sekjen Bidang Organisasi Lamhot Sinaga.

Kubu Agung juga telah menetapkan Tim Pengarah Pilkada yang tugasnya mengarahkan kerja-kerja tim penjaringan. Tim pengarah langsung dipimpin oleh Agung Laksono.

“Lalu ada Priyo Budi Santoso, Agus Gumiwang Kartasasmita, Zainudin Amali, Sari Yuliati, dan Agun Gunanjar Sudarsa. Tim pengarah nanti memberikan masukan kepada tim penjaring itu,” kata Zainuddin.

Menurut Zainuddin, anggota tim penjaringan pilkada merupakan figur baru yang tidak pernah terjerat masalah hukum.

“Mereka adalah wajah baru yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi terhadap partai,” kata dia.

Selanjutnya, tim bertugas melakukan penjaringan pasangan calon kepala daerah bersama dengan tim penjaringan yang dibentuk oleh DPP Partai Golkar hasil Munas Bali. Penjaringan itu dilakukan berdasarkan kriteria yang akan ditetapkan bersama. (kps/ind/LLJ)