Inilah Sepuluh Pesan FPI Untuk Prabowo-Hatta


Indopolitika.com  – Ormas Front Pembela Islam (FPI), Rabu malam, 4 Juni 2014, telah secara resmi menyatakan dukungannya kepada calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam Pilpres 2014. Dukungan tersebut, tidak disampaikan secara langsung, namun dititipkan melalui tiga artai Islam yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih, yakni PKS, PPP, dan PBB.
Ketua umum FPI Habib Muhsin Bin Ahmad Al-Attas menyatakan, pihaknya memutuskan untuk menyalurkan suara melalui partai-partai Islam yang tergabung di dalam Koalisi Merah Putih karena FPI masih menaruh kepercayaan terhadap ketiga parpol itu.
“Melalui majelis ini, kami salurkan suara kami kepada partai-partai Islam yang ada karena kami masih percaya. Mudah-mudahan kami tidak dikecewakan,” ujarnya usai majelis pengajian rutin FPI di Markas Syariah FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu malam, 4 Juni 2014. Baca juga: (Pilpres 2014, FPI Tegaskan Dukung Prabowo-Hatta Rajasa)

Berikut adalah 10 titipan FPI terhadap pemerintahan Prabowo-Hatta apabila calon presiden dan wakil presiden itu memenangi Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 mendatang, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Habib Muhsin Bin Ahmad Al-Attas.

1. Berkomitmen untuk menjalankan dasar negara sebagai landasan ideologi utama pemerintahan, terutama menyangkut sila pertama dalam Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan demikian, segala sesuatu yang dilakukan dalam penyelenggaraan negara tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
2. Membasmi seluruh permasalahan kemaksiatan yang masih merajalela, terutama menyangkut masalah zina, homoseksual, perjudian, dan narkoba.
3. Menolak faham-faham negatif yang diimpor, terutama sekularisme, pluralisme, liberalisme, kapitalisme, dan komunisme.
4. Tidak menolak diberlakukannya perda-perda syariah, terutama perda yang menyangkut mengenai pelarangan minuman keras.
5. Melaksanakan asas proporsional dalam pemilihan kepala daerah dan pejabat publik.
6. Mengadili pelanggaran-pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh Densus 88.
7. Menegakkan supremasi hukum dengan membubarkan aliran-aliran sesat seperti ahmadiyyah. Pemerintah harus berani melakukan hal tersebut karena sudah sesuai dengan apa yang diatur di dalam undang-undang pencegahan penyalahgunaan dan penodaan agama.
8. Memberantas premanisme dan mafia asing yang sudah berkolaborasi dengan pemerintah.
9. Memperjuangkan hak penggunaan jilbab bagi seluruh muslimah, terutama muslimah di institusi negara seperti TNI dan Polri.
10. Melakukan pemberantasan korupsi secara total tanpa pandang bulu dengan memperhitungkan penerapan hukuman mati bagi para koruptor.
(Ind/vn)

Next post Survei LSI Network, Mayoritas Warga DKI Kecewa dengan Jokowi

Previous post Survei Populi: Jokowi-JK 47,5 Persen, Prabowo-Hatta 36,9 Persen, Belum Tentukan Pilihan 14,4 Persen

Related Posts