Pasangan nomor urut 1 di Pilgub Kepri, Muhammad Sani-Nurdin Basirun menginginkan Provinsi Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu yang Sejahtera, Berakhlak Mulia, Ramah Lingkungan dan Unggul di Bidang Maritim

Demikian dipaparkan pasangan Sani-Nurdin (SANUR) dengan jargon kampanye “Bersatu Teruskan Pembangunan” itu dalam pemaparan visi dan misi di hadapan Anggota DPRD Provinsi Kepri hari ini, Kamis (3/9) di Kantor DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang.

Kemudian, Sani menyebutkan sepuluh misi jika terpilih menjadi Gubernur Kepri kembali, yang pertama yakni, akan meneruskan pengembangan perekonomian berbasis industri dan perdagangan di Kawasan FTZ dengan memanfaatkan bahan baku lokal untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Kedua, meneruskan pengembangan ekonomi berbasis maritim dan pertanian untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di luar kawasan FTZ.

Ketiga, meneruskan peningkatan daya saing ekonomi Provinsi Kepulauan Riau dengan  menyediakan infrastruktur yang berkualitas dan merata di setiap kabupaten/kota.

Keempat, menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi kegiatan penanaman modal (investasi), baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Kelima, mengembangkan Sumber Daya Manusia (tenaga kerja lokal) yang terampil dan sejahtera.

Keenam, mengembangkan sektor usaha ekonomi mikro, kecil dan menengah, seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Usaha Ekonomi Produktif (UEP) masyarakat, home industry sebagai penyedia lapangan kerja bagi penduduk lokal dan pendorong pertumbuhan ekonomi desa/kecamatan.

Ketujuh, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) melalui pendidikan, kesehatan yang berkualitas, dan merata, serta melalui kegiatan pemberdayaan, perlindungan dan rehabilitasi sosial.

Kedelapan, memelihara daya dukung dan kualitas lingkungan, agar pembangunan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan, pembangunan yang ramah lingkungan.

Kesembilan, mengembangkan perikehidupan masyarakat yang agamis, dan demokratis tertib, rukun dan aman di bawah payung budaya Melayu.

Dan yang kesepuluh, Sani-Nurdin bertekad Mengembangkan tata kelola pemerintahan yang baik, etos kerja yang tinggi, disiplin, birokrasi yang melayani  dengan ramah dan cepat berbasis SPM. (ind)