Kisruh di internal Partai Golkar mencuat di Sidang Paripurna Pengumuman Ketua DPRD Definitif Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (4/9/2014). 

Pasalnya, saat Sekretariat Dewan (Setwan) Syamsudin membacakan nama-nama politisi golkar dan posisinya di DPRD Kota Tangsel, tiba-tiba muncul interupsi.

Ya, sesuai usulan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Tangsel, Moch. Ramlie sebagai Ketua DPRD, Syihabudin Hasyim sebagai Ketua Fraksi Golkar, Abdul Rosyid sebagai Sekretaris Fraksi dan Aminudin sebagai Wakil Sekretaris.

“Surat yang dibacakan pak Sekwan berbeda. Seharusnya Abdul Rosyid wakil Sekretaris, bukan Sekretaris,” kata H. Sukarya, anggota DPRD dari Partai Golkar saat interupsi.

Kisruh semakin melebar, manakala sesaat setelah H. Sukarya mengajukan interupsi, giliran Syihabudin Hasyim selaku Ketua DPRD Tangsel sementara menyatakan mundur dari posisi sebagai KEtua Fraksi.

Syihabudin mengaku, keputusan mundur itu diambilnya karena mekanisme partai tidak sesuai prosedur Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

“Saya baru tahu kalau ditunjuk jadi Ketua Fraksi. Karena saya tidak pernah dipanggil oleh partai untuk membicarakan posisi tersebut. Seharusnya, sesuai mekanisme, partai harus melakukan pemanggilan terlebih dahulu,” ujarnya.

Meski demikian, proses Rapat Paripurna Pengumuman Ketua DPRD Definitif tetap berjalan sesuai jadwal.(k6/ind)