Banten – Pengurus Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) menagih janji Presiden Joko Widodo untuk menetapkan 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum IPNU Banten, Akbarudin di Serang, Banten, Jumat (24/10). “Penetapan hari santri nasional sangat penting, karena menjadi bagian dari penghargaan pemerintah terhadap peran kaum santri dan pesantren dalam perjuangan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Pengurus Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) menagih janji Presiden Joko Widodo untuk menetapkan 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional.

Pengurus Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) menagih janji Presiden Joko Widodo untuk menetapkan 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional.

Menurut Akbar, kebangkitan kaum santri dan pesantren telah lama menjadi tonggak bagi peradaban di Indonesia dalam rangka ikut membangun karakter dan kepribadian bangsa.

“Pesantren secara historis merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia, dalam perjalanannya banyak melahirkan tokoh-tokoh yang berjuang bagi kemerdekaan bangsa ini,” tegasnya.

Selain menuntut 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional, IPNU Banten juga mendesak Presiden Joko Widodo memperhatikan kondisi pesantren di Indonesia yang cenderung “dianak-tirikan” dalam lanskap pendidikan nasional.

“Ini tuntutan serius dari kami kepada Presiden Joko Widodo agar tidak soliter dengan kaum santri, bagaimana pun setengah dari anak didik di Indonesia adalah kaum santri,” pungkas Akbar.

Sebelumnya, Jokowi pernah menandatangani komitmen untuk menjadikan setiap 1 Muharram, sebagai Hari Santri Nasional saat berkunjung ke Pondok Pesantren Babussalam, Desa Banjarejo, Malang, Jawa Timur, sebagai rangkaian kampanye Pemilu Presiden 2014. (ind)