Irgan Chairul Mahfiz: Prabowo-Hatta Akan Pertahankan Pencantuman Agama di KTP


Indopolitika.comTak seperti pernyataan tim sukses pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Musda Mulia yang akan menghapus pencantuman agama di Kartu Tanda Penduduk bilamana pasangan tersebut terpilih dalam Pilpres 2014, anggota koalisi parpol pengusung Capres/Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa asal Partai Persatuan Pembangunan justru bersikap sebaliknya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat PPP Bidang Organisasi dan Pemantapan Ideologi, Irgan Chairul Mahfiz di Jakarta, Jumat (20/6/2014) mengatakan jika memenangkan Pilpres mendatang Prabowo-Hatta tetap mempertahankan kolom pengisian agama di setiap KTP, oleh karena sejauh ini dirasakan positif sebagai identitas keyakinan bagi pemegangnya.

Menurutnya, pencantuman agama di KTP telah menciptakan kenyamanan bagi masing-masing pihak yang ingin menunjukkan identitas keberagamaannya, termasuk secara tidak langsung dapat membangun suasana saling menghargai di antara para pemeluk agama yang memang tergolong beragam di tanah air.

Di samping itu, jelas Irgan, status agama pada KTP merupakan wujud pengakuan yang memenuhi prinsip dasar Hak Azasi Manusia, serta dijamin berdasarkan konstitusi Undang-undang Dasar 1945, yang menyebutkan negara memberi kebebasan tiap-tiap penduduk (warga negara) baik untuk memeluk maupun menyatakan keyakinan agamanya.

“Jadi, tidak perlu dihilangkan, toh orang selalu bangga dengan keyakinannya termasuk jika ditulis dalam KTP. Penghapusan hanya akan melukai perasaan umat beragama atau bangsa yang dikenal religius ini,” ujarnya.

Irgan menambahkan, adanya kolom isian agama di KTP tidak akan menimbulkan aspek negatif sama sekali, apalagi berpotensi melahirkan konflik di tengah kehidupan masyarakat akibat pencantumannya. . Pasalnya, suatu konflik dalam masyarakat tidak pernah diakibatkan oleh agama seseorang di sebuah KTP, melainkan lebih melalui lemahnya penegakan hukum, ketidakadilan sosial ekonomi, juga salah satunya didorong oleh bentuk rekayasa tertentu yang ingin mengadudomba antarkelompok masyarakat.

Selanjutnya, Irgan mencontohkan, dengan menempatkan agama yang jelas di KTP, maka seandainya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti kecelakaan dengan menyebabkan kematian, tentu dapat segera dilakukan prosesi pelayanan jenazah terkait pemandian berikut pengkafanan sesuai agamanya, lantaran didesak waktu atau karena hambatan menghubungi keluarga yang bersangkutan.

Sebelumnya, Musda Mulia menegaskan pihaknya menjanjikan penghapusan kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk warga Indonesia jika Jokowi-Jusuf Kalla mengantongi kemenangan Pilpres 2014.

“Saya setuju kolom agama dihapuskan saja di KTP, dan Jokowi sudah menyampaikan tidak keberatan kalau untuk alasan kesejahteraan rakyat,” ujar Musda, pada diskusi visi dan misi capres bertajuk “Masa Depan Kebebasan Beragama dan Kelompok Minoritas di Indonesia” di Menteng, Jakarta, Rabu (18/6/2014).

Dalam sejumlah diskusi dengan Jokowi, ia pun mengaku bersepakat indentitas agama dalam KTP banyak membawa kerugian bagi warga, sekaligus dapat disalahgunakan untuk keperluan konflik di suatu daerah. (ed/ind)

Next post Dialog Capres-Cawapres, Kadin Berharap Pembangunan Infrastruktur Dimaksimalkan

Previous post Inilah Tiga Poin Komitmen Jokowi-JK Untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Related Posts