Indopolitika.com   Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan Bidang Organisasi dan Pemantapan Ideologi, Irgan Chairul Mahfiz mengungkapkan, pilihan aspirasi umat di tanah air terkait Pilpres 2014 akan merasa lebih nyaman dengan mendukung Capres/Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terkait Pilpres 2014. Pasalnya, program-program terhadap pembangunan bangsa untuk kepemimpinan nasional dari pasangan tersebut sejauh ini tidak pernah menyudutkan kalangan Islam.

“Agenda dan program Prabowo-Hatta diletakkan pada upaya membangun kekuatan bangsa, menuju penciptaan kesejahteraan rakyat termasuk di dalamnya umat Islam, sekaligus kerap mengarahkan sebuah momentum kemandirian ataupun berupa penguatan mandat kedaulatan negara bangsa,” kata Irgan dalam siaran pers, di Jakarta, Senin (23/6/2014).

Ia mengatakan, program Prabowo-Hatta berorientasi pada kepentingan bangsa secara utuh, sehingga komitmennya pun tidak berangkat ke arah pengabaian maupun penyudutan suatu kelompok.

“Dengan gambaran ini maka umat Islam sebagai bagian dari bangsa yang besar, tentu menjadi sangat nyaman untuk dipimpin Prabowo-Hatta. Di sinilah makna strategis bagi keperluan dukungan umat Islam kepada Prabowo-Hatta, yang diharapkan kemenangannya agar tampil memimpin negara ke depan,” ujarnya.

Disebutkan pula, konsep program Prabowo-Hatta dirasakan dapat menguntungkan keberadaan umat Islam melalui penciptaan produktivitas dan pemartabatan rakyat atau bangsa. Lebih lagi yang dikaitkan dengan langkah menumbuhkan harmoni berbanga, demi keindonesiaan yang semakin kokoh dimana terdapat kebutuhan umat Islam untuk ikut mewujudkannya.

Bahkan, tambah Irgan, seringkali terdapat kesan khususnya atas penyampaian komitmen Prabowo di berbagai kesempatan, yang sangat memerlukan dukungan pihak Islam serta menjadikannya untuk bersama membangun bangsa yang tegak dan berkemajuan di berbagai bidang.

Sementara itu, katanya, Capres/Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla melalui program-program yang dikemukakan tim suksesnya, banyak membuat ketidaknyamanan umat Islam antara lain agenda penghapusan perda syariah di berbagai daerah, peniadaan status agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta meliputi seruan monitoring pelaksanaan khutbah jumat di masjid-masjid, akibat berpotensi menjadi sarana penghujatan kepada Jokowi-JK.

“Karena itu, wajar bila posisi umat Islam kemudian kuatir dan akan mengisyaratkan sulit mendukung Jokowi-JK untuk Pilpres ini,” tegas Irgan.

Itu makanya, keserasian umat Islam dengan Prabowo-Hatta akan bersifat signikan, dengan terus memperkuat hasrat memberi kemenangan Prabowo-Hatta di ajang Pilpres 2014 mendatang. (*/ind)