Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengajak kepada seluruh warga DKI Jakarta untuk menjaga keamanan dan ketertiban pada Pilkada putaran kedua yang akan diselenggarakan pada 19 April mendatang.
“Mari kita yang akan ke TPS wujudkan keamanan dan tampilkan keramahan. Mari jadikan Pilkada sebagai pesata demokrasi,” katanya saat memberikan berceramah pada Istigotsah untuk Jakarta Damai yang diselenggarakan PBNU, Jumat (7/4) malam seperti dilansir dari situs nu.or.id.
Ia juga mengimbau untuk bersama-sama mensukseskan Pilkada dengan cara saling menghargai meski berbeda dalam menentukan pilihan.
Kiai Said meminta kepada warga Jakarta untuk menerima siapa pun nanti yang akan menang. “Gak usah bertengkar, gak usah caci maki. Siapa pun yang menang, kita terima,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Pusat Suyudi Ario Seto mengaku, polisi memiliki tugas dan kendala yang banyak terutama dalam pengamanan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Oleh karena itu, ia mengajak kepada semua elemen bangsa untuk bahu  membahu menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat.
“Terutama NU sebagai ormas terbesar dan tertua,” katanya.
Ia mengaku yakin jika polisi bersinergi dengan NU maka akan tercipta situasi yang lebih kondusif dan aman. Ia juga berharap, kerja sama yang selama ini telah ia jalin dengan NU bisa terus dijaga.
“Saya sangat berharap kerja sama yang telah kita bangun tetap kita jaga,” ungkapnya.
Istigotsah tersebut diselenggarakan dengan maksud untuk menciptakan suasana Jakarta yang aman, damai, dan kondusif selama putaran kedua Pilkada DKI Jakarta pada April nanti.
Selain Kapolres Metro Jakarta Pusat, acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri Lutfi Lubihanto, Direktur Bimas Polda Metro Priyo Mujihad. (Ind)