Terkait Pilgub DKI Jakarta, Pengamat politik dari Kantor Konsultan Politik Konsep Indonesia (Konsepindo) Research & Consulting, Veri Muhlis Arifuzzaman menyatakan kemungkinan isu negatif yang menerpa Ahok tak akan berhenti sampai hari pencoblosan. Menurutnya hal itu mudah dipahami karena tipologi Ahok yang keras dan ngeyel.

“Ahok itu tipe petarung, siapa aja didebat. Padahal diam justru bisa menenangkan suasana,” ujar Veri.

Isu RS Sumber Waras menurut Veri masih panjang. Isu itu tak mungkin berhenti mendadak. Demikian juga isu Podomoro Gate yang menarik perhatian luas karena berkait langsung dengan soal preferensi Ahok pada rakyat.

“Jika Jokowi itu disimbolkan sebagai figur yang peduli wong cilik, Ahok ini tercitrakan sebaliknya. Dalam kasus PodomoroGate terlihat betul seolah Ahok membela para konglomerat,” demikian Veri menjelaskan.

Upaya mengalihkan isu pada karya Ahok yang telah dirasakan langsung oleh rakyat terlihat tidak maksimal. Itu mudah dipahami karena Ahok menjadi Gubernur baru sebentar. Banyak keberhasilan yang diklaim Ahok sesungguhnya merupakan peninggalan Jokowi.

“Semua orang tahu, tak ada itu satu kepala dua otak. Tak ada itu dwitunggal. Keberhasilan gubernur secara personal sulit diklaim oleh wakil gubernurnya,” ujarnya.

Veri menilai sebaiknya Ahok fokus saja bekerja sebagai gubernur dan berkampanye program kerja. Berpolemik di media dan berdebat di ruang publik hanya semakin menonjolkan sisi personalitynya yang kurang disukai.