Teten Masduki yang sebelumnya menjabat Tim Komunikasi Presiden dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Luhut Binsar Panjaitan.

Pelantikan dilaksanakan di Istana Negara Jakarta, Rabu sekitar pukul 09.20 WIB, oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Teten dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) nomor 91/P/2015 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Kepala Staf Presiden Teten Masduki mengucapkan sumpah jabatan saat acara pelantikan yang dipimpin Presiden Joko Widodo

Kepres itu memutuskan dan menetapkan untuk memberhentikan Luhut Binsar Panjaitan sebagai KSP disertai ucapan terima kasih dan mengangkat Teten Masduki sebagai KSP dengan hak dan fasilitas yang diberikan setara menteri.

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi sebelumnya menanyakan kepada Teten apakah dirinya beragama Islam kemudian dijawab oleh Teten bahwa dirinya beragama Islam.

Kemudian Presiden mengambil sumpah jabatan secara Islam. Setelah itu Teten menandatangani SK pengangkatan tersebut.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat dan menteri Kabinet Kerja.

Teten lahir di Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963 dari keluarga petani, masa kecil Teten dihabiskan di Kecamatan Limbangan, Garut, Jawa Barat.

Setamat dari SMA, Teten kuliah di IKIP Bandung, mengambil jurusan kimia. Kesadaran terhadap masalah-masalah sosial sudah tumbuh sejak SMA.

Sekitar 1985, Teten ikut aksi demontrasi membela petani di Garut, yang tanahnya dirampas.

Nama Teten mencuat ketika Indonesia Corruption Watch (ICW), yang dipimpinnya, membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung (saat itu) Andi M. Ghalib pada masa pemerintahan B.J. Habibie.

Pada tahun 2012 Teten memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur mendampingi Rieke Diah Pitaloka dalam Pilgub Jawa Barat 2013 namun gagal mendapatkan kursi tersebut. (ant)