Terpilihnya Airin Rachmi Diany menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat II Partai Golkar Tangerang Selatan (Tangsel) dianggap akan mengganggu kinerjanya sebagai walikota. Pasalnya, selama tiga tahun masa kepemimpinan Airin berjalan, masih banyak permasalahan perkotaan yang belum terselesaikan.

“Selama ini dia adalah murni aktivis sosial, bukan politisi. Airin harus ingat, masih banyak permasalahan di Tangsel yang harus dia urus, ” kata pengamat politik Deni Lesmana dari JariNusa  saat dihubungi, Kamis, (28/8/2014). Baca juga: Airin Rachmi Diany  Pimpin Golkar Kota Tangsel

Diakui Deni Lesmana, beberapa program non infrastruktur yang digulirkan selama tiga tahun masa kepemimpinan istri dari Tb. Chaeri Wardhana itu terbilang cukup bagus. Hanya saja, lanjut Deni, dalam proses pengawasan dan evaluasinya masih kurang.

” Di bidang pendidikan, Airin melarang pemungutan uang pangkal. Di bidang kesehatan, dia juga sudah menggratiskan Puskesmas dan RSUD cukup hanya dengan KTP Tangsel. Tapi, apa iya sudah berjalan dengan baik? masih banyak keluhan dari sana-sini,” jelas Deni.

Sementara di bidang infrastruktur,  Deni Lesmana menganggap kinerja Airin Rachmi Diany masih belum maksimal.

“Ada anekdot, jalan Tangsel takk semulus wajah cantiknya walikota. Disadari atau tidak, itulah fakta yang ada,” cetus Deni.

Bagi Deni, ia tidak terlalu mempermasalahkan Airin kini jadi Ketua Golkar Tangsel. Hanya saja, ia menyayangkan. Karena selama ini citra yang dibangun Airin Rachmi Diany adalah aktivis sosial. Itulah kenapa saat Pilkada Tangsel 2010 lalu, Airin terpilih jadi walikota.

“Hak dia memang jadi politsi. Jangan lupa, banyak orang yang memilih Airin di Pilkada lalu, karena ia bukan politisi. Warga memilih Airin karena kiprahnya sebagai aktivis sosial. Sudah terbaca kok kenapa Airin Jadi Ketua Golkar Tangsel. Sebentar lagi Pilkada,” tandasnya. (red)