Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah pada acara Forum Global ke-6 Aliansi Peradaban PBB (Global Forum of the United Nations Alliance of Civilizations/UNAOC) di Nusa Dua, Bali pada 28-29 Agustus 2014.

Kegiatan ini menjadi prestisius lantaran dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan dihadiri Sekjen PBB Ban Ki-moon, yang sekaligus menjadi pembicara kunci pada Forum Global ke-6.

Salah satu delegasi dari DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Mahir Bayasut mengatakan, Indonesia patut berbangga lantaran untuk pertama kalinya di kawasan Asia Pasifik, negeri ini bersekempatan sebagai tuan rumah.

“Kegiatan ini diikuti hampir lebih dari 45 negara dan dengan terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah dapat dimaknai sebagai bentuk pencapaian dan apresiasi oleh internasional bahwa Indonesia dapat menjadi role model bagaimana sebuah negara yang harmonis antarkeberagaman suku, agama, ras, budaya,” kata Mahir dalam keterangan persnya, kemarin.

Forum Global ke-6 ini bertajuk Unity in Diversity: Celebrating Diversity for Common and Shared Values, yang bertujuan untuk mendorong terciptanya harmoni antarperadaban.

Mahir mengatakan, tema acara tersebut  sebenarnya sudah menjadi motto bangsa Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Secara formal, Bhinneka Tunggal Ika adalah Unity in Diversity dalam kamus bahasa Inggris.

Mahir yang menjadi delegasi pemuda Indonesia menyebut, pemuda wajib menjaga nilai di tengah banyaknya etnis dan budaya di neger ini. Sehingga, perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai keinginan untuk Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa Persatuan dapat tercapai.

“Semoga dengan terlibatnya dan menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini, Indonesia dapat menjadi contoh sebuah bentuk mozaik, di mana Indonesia dapat menyelaraskan, menyatukan dan menyeimbangkan toleransi keberagaman agama, ras, etnis, status sosial, dan berbagai macam unsur yang saling berbeda,” ujar Mahir. (rep/ind)