Di tengah kesibukannya sebagai politisi, tak membuat M. Jafar Hafsah berhenti menulis. Tercatat puluhan buku telah diterbitkan pria kelahiran Soppeng, 17 Februari 1949 itu. Buku bertema pertanian, politik, ketatanegaraan, hingga puisi menjadi bukti nyata bahwa dirinya adalah politisi yang aktif menulis. Saat ini, di sela-sela waktu senggangnya, dia masih menyempatkan waktu untuk tetap menulis.

“Menulis buku itu tanggung jawab intelektual saya sebagai politikus,” kata Ketua DPP Partai Demokrat itu, di Jakarta, Selasa, (6/1/2015).

Bagi MJH, sapaan akrab M. Jafar Hafsah, menulis sudah menjadi hobi yang ditekuninya sejak duduk di Bangku SMP. Oleh karena itu, dirinya merasa mempunyai tanggung jawab untuk memviruskan minat dan kemampuan menulis kepada pemuda sebagai generasi penerus bangsa.

“Keterampilan menulis menjadi sesuatu yang amat penting, saya selalu menekankan itu,” ungkapnya.

Di berbagai kesempatan, M. Jafar Hafsah, kerap berbagi pengalaman mengajak untuk menumbuhkembangkan minat dan kemampuan menulis. Bahkan tahun 2011 lalu, M. Jafar Hafsah telah menerbitkan buku “Cara Sukses Menulis”. Buku ini, terang M. Jafar Hafsah, berisi panduan menulis bagi para penulis pemula.

“Produktifitas menulis bangsa kita relatif rendah, inilah salah satu yang membuat saya dulu menerbitkan buku ini (Cara Sukses Menulis-red),” beber peraih gelar Doktor Pertanian dari IPB itu.

Dijelaskan M. Jafar Hafsah, sebenarnya banyak potensi-potensi SDM bangsa Indonesia yang memiliki gagasan-gagasan, ide-ide, atau pemikiran yang besar namun tidak mampu mengkonversinya secara konseptual dalam bentuk tulisan.

“Jika tidak dituliskan, akhirnya gagasan-gagasan tersebut sirna. Malah terkadang bias dipersepsikan gagasan itu hanya omong saja,” imbuhnya.

Kunci bagi seorang penulis, menurutnya adalah keberanian untuk menulis, dan banyak mambaca buku.

“Yang penting berani menulis dan banyak membaca,” singkatnya. (ind)