BANTEN – Baru baru ini JSI (Jaringan Suara Indonesia) merilis hasil survey Pilkada Banten 2017. Survey yang dilakukan 20-24 Desember dengan sample 700 dan margin of error 3,8℅ menujukkan hasil yang mengejutkan. Pasangan WH (Wahidin Halim)-Andika (Andika Hazrumy) yang diusung Golkar, Demokrat, Gerindra, PKS, PKB, PAN dan Hanura mengungguli pasangan petahana RK (Rano Karno)-Emas (Embay Mulya Syarif) yang diusung PDIP, Nasdem dan PPP.

Jika kita melihat hasil survey terbaru JSI, keunggulan WH-Andika atas RK-Emas sangat meyakinkan. 42,7℅ berbanding 36,2℅ itu angka kemenangan signifikan karena selisihnya 6,5℅ di atas margin of error. “Ini menunjukkan bahwa ragam aktivitas WH-Andika yang sering blusukan ke kampung-kampung sangat efektif. Dan jangan lupakan pula kerja mesin Parpol pengusung. Mereka melakukan penetrasi ke bawah (masyarakat) secara baik”. Demikian menurut Agus Maulana dari Lembaga Konsep Indonesia, Jakarta (29/12/2016).

Agus melanjutkan, Parpol pengusung pasangan WH-Andika punya akar yang kuat di Banten. “Coba anda lihat hasil Pileg lalu, berapa persen Golkar dan Demokrat capaiannya? Anda bisa lihat juga para kepala daerah di Banten, dari Parpol mana mereka? semuanya dimenangi Parpol pengusung WH-Andika. Hanya Pandeglang saja yang dikuasai PPP. Ini sebuah peringatan bagi petahana, jangan remehkan WH-Andika, karena mereka diusung parpol yang sangat mengakar di Banten”.

Ketika disinggung apakah pernyataan ketua KPK tentang adanya korupsi di Banten yang mengarah pada petahana mempengaruhi pemilih. Agus menjawab, “mungkin saja itu (pernyataan ketua KPK) berpengaruh. Namun perlu diuji apakah pengaruhnya signifikan atau tidak,  point nya bagi saya, keunggulan WH-Andika atas hasil survey ini adalah kolaborasi kerja keras paslon dan mesin Parpol.”