Indopolitika.com  Prabowo Hatta menggaungkan dana Rp 1 miliar untuk setiap desa bila terpilih 9 Juli nanti. Anggaran ini nyatanya diperuntukkan untuk mengembangkan desa agar tak lagi tertinggal seperti yang ada saat ini.

“Semuanya tidak berpusat pada Jakarta saja. Kita buat kota baru dan membuat kota dan desa sejajar. Jadi tidak ada lagi ‘desa’ dan ‘kota’,” kata Ketua Umum DPP Gerindra, Suhardi saat diskusi di kantor BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (4/7/2014).

Menurut Suhardi, ketinggalan desa saat ini karena pembangunan infrastruktur yang tidak merata. Akibatnya, ada kesenjangan yang terjadi antara daerah perkotaan dan desa.

“Untuk itu diberi infrastruktur. Diberi transportasi penghubung seperti kereta dan bukan angkutan darat yang mahal tapi angkutan yang masuk akal yang murah, terjangkau, dan dapat mengangkut produk sehingga ada perkembangan ekonomi yang pesat di desa,” ujarnya.

Salah satu caranya yakni pemberian dana Rp 1 miliar per desa yang sejak awal digaungkan oleh kubu capres nomor urut 1 ini. Dana tersebut diberikan dengan tujuan menjadi ‘mesin pemanas’ warga desa untuk bangkit menata perekonomiannya.

“Ini untuk bangkit setidaknya ada modal. Dari situ berkembang,” kata Suhardi.

Sementara itu, Ormas yang mewadahi perangkat desa se Indonesia, Parade Nusantara, menilai capres koalisi merah putih, Prabowo Subianto, sebagai bapak pembangunan desa. Ketua dewan pembina Gerindra itu terbukti mendukung perjuangan agar desa diatur melalui perangkat undang – undang.

Ketua Dewan Presidium Parade Nusantara, Sudir Santoso, menjelaskan, di tengah perjuangan mendorong lahirnya UU Desa, di saat itu pula, tepatnya tanggal 11 Oktober 2013 Prabowo Subianto menandatangani komitmen bersama Parade Nusantara dengan slogan satu desa satu Miliar.

Komitmen itu ditindaklanjuti dengan pengiriman surat kepada seluruh Kepala Desa se-Indonesia. “Jauh sebelum RUU Desa ditetapkan, yakni tanggal 18 Desember 2014, dan diundangkan melalui Lembaran Negara 15 Januari 2014, Prabowo sudah bersama kami” imbuhnya, saat dihubungi, Sabtu (5/7).

Prabowo Subianto dinilai sebagai satu-satunya capres yang memiliki andil dan kontribusi dalam Perjuangan Parade Nusantara. Program satu desa satu miliar dinilai mampu mempercepat lahirnya UU No 6/2014 tentang desa. Didalamnya mengalokasikan 10 persen dari APBN dengan kisaran Rp 1-1,4 miliar.

Pihaknya justru kecewa terhadap pernyataan tim Pansus RUU Desa, Budiman Sujatmiko dan Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P). Kekecewaan dilontarkan lantaran Budiman dan Fraksi PDI-P, yang selama ini selalu terkesan membela dan memperjuangan nasib desa, dinilai tidak mendukung secara utuh dan konsisten. (dt/ind)