Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan ada 48 orang anggota dewan terpilih periode 2014-2019 yang tersangkut dalam perkara tindak pidana korupsi.

Dari 48 orang itu, sebanyak empat orang di antaranya adalah anggota DPR terpilih untuk periode 2014—2019, yakni Jero Wacik, Herdian Koosnandi, Idham Samawi, dan Marten Apuy.

“Masuknya koruptor sebagai anggota legislatif periode baru, akan semakin menguatkan ketidakpercayaan rakyat atas parlemen,” ujar Koordinator ICW Ade Irawan dalam konferensi persnya di Kantor ICW, Senin (15/9/2014).

Menurut Ade, selama ini citra parlemen masih lekat dengan sejumlah perkara tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh anggota dewan. Dari data Kementerian Dalam Negeri pada 2014 disebutkan ada 3.169 anggota DPRD se-Indonesia yang tersangkut perkara korupsi selama kurun waktu 2004-2014.

Menurut Ade meyakini akan ada kekhawatiran keberadaan koruptor dalam parlemen, akan menukarkan bibit-bibit korupsi serta melakukan intervensi terhadap proses penegakan hukum atas perkara yang dialaminya.

“‎Keberadaan koruptor dalam parlemen akan menularkan bibit-bibit korupsi serta melakukan intervensi terhadap proses penegakan hukum atas perkara yang dialaminya,” tutur Ade.

Oleh karena itu, ICW mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera mencoret anggota DPR atau DPRD periode 2014-2019 terpilih yang menjadi terpidana korupsi dan telah memiliki keputusan berkekuatan hukum tetap.

Tidak hanya KPU, ICW juga mendesak institusi hukum seperti Kejaksaan, Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera melakukan penahanan terhadap para anggota dewan yang telah berstatus sebagai tersangka dalam perkara korupsi yang sedang ditangani oleh instansinya masing-masing.

“Segera melakukan eksekusi atau menjebloskan ke penjara terhadap terpidana korupsi anggota DPR atau DPRD terpilih yang memiliki kekuatan hukum tetap,” kata Ade.

Berdasarkan penelusuran, Herdian Koosnandi yang terpilih dari daerah pemilihan (dapil) Banten III, saat ini menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan puskesmas di Kota Tangerang Selatan tahun anggaran 2011 dan 2012. Kasus Herdian kini ditangani Kejaksaan Agung.

Sementara itu Idham Sawawi yang terpilih dari dapil DIY, menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah untuk klub sepakbola Persiba Bantul. Kini, kasusnya ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY.

Untuk Marthen Apuy pernah terseret kasus dugaan korupsi dana operasional DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) pada 2005 senilai Rp 2,67 miliar.

Adapun Jero saat ini menjadi tersangka kasus dugaan pemerasan di Kementerian ESDM. Mantan Menteri ESDM itu terpilih menjadi anggota DPR RI dari dapil Bali. (bis/ind)