Jika Tidak Ingin Dianggap Sebagai Pemimpin Ingkar, Rano Karno Harus Mundur

"Dia (Rano Karno-red) harus siap mundur dari kursi Plt. Gubernur Banten. Kita tunggu kejujuran ucapannya," ungkap Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Amran Arifin


Indopolitika.com  Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten, Rano Karno dituntut jujur dan jentelmen kepada warga Banten, atas pernyataan yang telah dilontarkannya. 

Ya, menjelang Pemilihan Presdien (Pilpres) 9 Juli 2014 lalu, Rano Karno sempat berkoar siap mundur dari jabatannya bila pasangan yang diusung PDIperjuangan dan partai koalisinya, Jokowi-JK, kalah dari Prabowo-Hatta di Banten. 

“Dia (Rano Karno-red) harus siap  mundur dari kursi Plt. Gubernur Banten. Kita tunggu kejujuran ucapannya,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Amran Arifin, Sabtu (20/7/2014).

Menurut Amran, Rano Karno harus mundur dari kursi Plt. Gubernur Banten, sebagaimana janjinya, jika tak ingin dianggap sebagai pemimpin ingkar.

Apalagi, kata Amran, Banten ini dikenal sebagai daerah religi, dimana didalamnya banyak ulama besar dan pakar ilmu agama.


“Ya seorang pemimpin yang di pegang kan ucapannya. Kalau tidak, bagaimana bisa menjadi panutan rakyat Banten,” tandas politisi Partai Demokrat itu lagi.


Diketahui, berdasarkan hasil rekapitulasi penhitungan suara di 8 KPU kabupaten/kota se-Banten, satu-satunya daerah di Provinsi Banten yang dikuasai Jokowi-JK hanyalah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Sedangkan sisanya 7 kota dan kabupaten se Provinsi Banten suaranya sukses dikuasai oleh pasangan Prabowo-Hatta.(k6/ind)

Next post Tim Hukum Prabowo-Hatta Ancam Pidanakan KPU, Husni Kamil Manik: Rekapitulasi Jalan Terus

Previous post 22 Juli 2014, Momen Kedewasaan Berdemokrasi

Related Posts