Indopolitika.com Elemen Nahdliyin Nasionalis Jokowi-JK Bersatu (Nawaitu) mendeklarasikan diri untuk menyokong kemenangan capres dan cawapres yang diusung PDIP, PKB, Partai Nasden, dan Hanura di pelataran makam Sunan Pandanaran, Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (27/6).

Sinergi dua kekuatan yang mengakar di masyarakat ini bakal menjadi mesin pendulang suara sekaligus alat penangkal kampanye hitam. “Hal ini menunjukkan bahwa sinergitas ulama NU dan nasionalis sudah ada sejak dulu,” tegas Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar.

Acara deklarasi berlangsung meriah lantaran dihadiri lebih dari 1.000 perwakilan kaum nasionalis dan nahdliyin.

Hadir di tengah-tengah acara deklarasi Wasekjen DPP PKB Fathan Subkhi, Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori, Wakil Bendahara Umum DPP PKB Bambang Susanto, salah satu deklarator Nawaitu Kristanto, serta sejumlah tokoh nasionalis dan kaum santri. Kedua kelompok besar ini, ujar dia, punya andil sejarah besar dalam perjuangan kemerdekaan NKRI. Cak Imin lantas mencontohkan kisah Bung Karno di zaman revolusi yang meminta fatwa Resolusi Jihad kepada KH Hasyim As’ary demi tegaknya NKRI. Peristiwa ini berujung pada pertempuran 10 November di Surabaya yang menjadi tonggak kemerdekaan. (*/ind)