Indopolitika.com   Sejumlah mahasiswa di Banten menagih janji Pelaksana Tugas (Plt) Banten Rano Karno untuk mundur dari jabatannya jika pasangan capres cawapres nomor urut 2 Jokowi-JK kalah di Banten. Rano Karno yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, sebelum pilpres mengumbar janji akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Plt Gubernur Banten jika pasangan Jokowi-JK kalah di Banten.

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Banten Muchtar Ansori Attijani mengatakan akan melakukan somasi atas ucapan Rano Karno selaku Plt Gubernur Banten yang kerap mengumbar janjir mundur dari jabatannya.

“Kami akan segera menyampaikan somasi kepada Pak Rano, untuk meminta pertanggungjawabannya kepada publik, atas ucapannya,” kata Ansori Attijani, Kamis (10/7). Baca juga: Tidak Lepas Jabatan Plt. Gubernur Banten, Rano Karno Tidak Jantan

Ansori menegaskan akan segera melakukan konsolidasi dan melakukan aksi untuk melakukan aksi menagih janji kepada Rano Karno yang dianggap tidak bersikap sebagai negarawan. “Jika mentalitas pemimpin munafik seperti ini dipertahankan, maka Banten bakal kacau. Jangan-jangan dia (Rano Karno) juga sekadar mengumbar janji untuk mengurus pembangunan di Banten,” tegasnya.

Sementara itu, Rano Karno yang diminta tanggapan apakah dirinya akan mundur dari jabatanya sebagai Plt Gubernur Banten karena Jokowi – JK kalah di Banten. Namun ungkapan tersebut kembali dibantahnya, dan mengisyaratkan tidak akan mundur dari jabatannya sebagai Plt Gubernur Banten. Baca juga: Sudah Tiga Kali Rano Karno Akan Mundur Dari Banten, Tapi Selalu Berkelit

“Bagaimana saya mau mundur, pasangan Jokowi-JK menang secara nasonal,” ujar politisi PDIP, seusai rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota Raperda Pertanggungjawaban Gubernur dan Wakil Gubernur Banten atas Pelaksanaan APBD Banten Tahun Anggaran 2013 di Serang, Kamis (10/7).

Untuk diketahui, pernyataan Rano Karno yang menyatakan akan mundur dari jabatannya sudah sebanyak tiga kali. Yang pertama soal dirinya akan mundur jika Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap APBD Banten tidak memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Namun buktinya, opini APBD Banten 2013 under disclaimer. Namun Rano berkelit dirinya sempat mengatakan hal itu pada tahun 2012 silam. Bahkan dia beralasan dirinya selama itu tidak diberikan kewenangan oleh Gubernur Banten non aktif Ratu Atut Chosiyah.

Kedua, Rano dinyatakan akan mundur karena tidak diberikan kewenangan oleh Atut. Namun pernyataan mundur Rano itu dikatakanya kepada Dedi Gumelar atau yang akrab disapa Miing. Sedangkan yang ketiga, Rano menyatakan akan mundur jika Jokowi – JK kalah di Banten. (sp/ind)