Indopolitika.com Sumpah serapah yang dikeluarkan dari mulut Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten Rano Karno yang mengaku siap melepaskan jabatannya jika pasangan Jokowi-JK kalah di Provinsi Banten. Namun pada kenyataanya di Banten dimenangkan oleh pasangan Prabowo-Hatta.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah pun meminta kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten Rano Karno untuk bersikap fair dan bertanggungjawab atas apa yang telah diucapkan. Karena menurutnya kalau seorang pejabat haruslah menepati janji, karena hal itu menunjukan kewibawaan dari seorang pejabat. Apalagi, sambungnya, dia berbicara dalam kapasitasnya sebagai seorang kepala daerah. Baca juga: Tidak Lepas Jabatan Plt. Gubernur Banten, Rano Karno Tidak Jantan

“Itu sih kembali ke pribadi masing-masing ya, apalagi seorang pejabat yang dipegang kan omongannya. Yah kembali ke pak Rano lagi,” ujar Tatu saat ditemui di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/7).

Meski begitu, ia mengamini keputusannya berada di tangan Rano Karno, apakah mau menjalankan janji itu atau tidak. Selanjutnya Tatu menyarankan pada awak media mempertanyakan langsung mengenai janji tersebut.

“Yah itu tanya aja ke Pak Rano. Soalnya ada ya di media. Mungkin teman wartawan yang tanyain lagi ke sana karena di Banten kalah (Jokowi-JK),” tutup Ratu Tatu.

Seperti diketahui Plt Gubernur Banten, Rano Karno mengaku siap melepaskan jabatannya bila Jokowi-JK kalah di Banten. Rano menyatakan tugas yang diberikan ketua umum PDI-Perjuangan menjadi sebuah tantangan dan tanggungjawab semua tim pemenangan Jokowi-JK.

Menurut Rano, Megawati Soekarno Putri selaku ketua umum mengancam tidak akan melantik para calon anggota legislatif terpilih bila perolehan suara Jokowi-JK kalah dari Prabowo-Hatta di Banten. (akt/ind)