Dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2015 yang dihadiri oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla (JK), rupanya kehadiran JK menjadi obat penawar bagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) atas ketidakhadiran Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) di hari jadi jurnalis se-Indonesia ini.

Ketua PWI, Margiono saat menyampaikan laporan pertanggungjawabannya mengatakan, kehadiran JK sangat membesarkan hati masyarakat pers Indonesia yang tengah memperingati HPN. Bahkan, Margiono pun mengutarakan sebuah pantun pelipur lara bagi insan pers yang hadir dalam acara tersebut.

“Ngilu di sendi Jokowi tak datang. Pak Jusuf Kalla telah menjadi pelipur lara,” katanya yang disambut gelak tawa para hadirin.

Ia menyampaikan kepada JK, selama gelaran HPN ini dilaksanakan, yang menjadi topik pembicaraan hangat komunitas pers di HPN ini hanya dua hal, yakni ketidakhadiran Jokowi yang digantikan JK serta konflik KPK-Polri.

“Karena Pak Presiden dengan Pak Wapres ini satu lembaga, jadi tidak apa-apa. Bahkan Pak Wapres lebih pengalaman dan jagoan,” ujar Margiono yang kembali disambut gelak tawa.

Sedianya acara puncak HPN ini dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), namun Jokowi tidak bisa hadir karena bertepatan dengan kunjungan kenegaraan ke beberapa negara di ASEAN.

Menanggapi hal tersebut, JK pun kemudian menyampaikan permintaan maaf dari Jokowi atas ketidakhadirannya tersebut.

“Karena tadi dibicarakan, maka ada permintaan maaf dari Bapak Presiden karena hari ini beliau masih ada di Filipina untuk kunjungan kenegaraan,” katanya.

Ia mengatakan, kunjungan kenegaraan memang tidak bisa digantikan sekalipun oleh dirinya. Pasalnya, dirinya merupakan wakil presiden dan bukan kepala negara.

“Kunjungan kenegaraan tidak bisa diganti, kalau bisa diganti saya ganti. Karena saya wapres bukan kepala negara. Itulah sebabnya minta maaf, tapi beliau tentu akan tetap beri perhatian kepada kita semua,” pungkasnya. (bs/sp/ind)