Banten – Juri bicara pasangan Wahidin – Andika, Jazuli Abdillah mengajak pasangan Rano – Embay untuk menorehkan sejarah emas pilkada Banten dengan menjaga suasana kondusif dan bersikap ksatria memenuhi komitmen siap kalah siap menang yang telah ditandatangani bersama. Demikian disampaikan Jazuli saat menggelar tatap muka dengan media massa siang tadi di Kota Tangerang (18/2).

Jazuli mengatakan, tim WH-Andika menyambut kemenangan ini dengan bahagia dan penuh syukur pada Allah. Juga mengucapkan terimakasih tiada terhingga kepada rakyat khususnya pemilih WH-Andika yang telah memberikan kepercayaan kepada pasangan ini untuk membangun Banten lebih maju.

Di kesempatan tatap muka dengan media massa tersebut, Jazuli membagikan pernyataan yang berisi sebagai berikut:

Pertama: Kami akan ikuti semua proses yang tersisa, yang telah dijadualkan oleh penyelenggara. Kami meminta Bawaslu Provinsi Banten untuk menindaklanjuti pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan Rano-Embay dan mohon agar diumumkan kepada publik. Ini penting untuk pembelajarn demokrasi ke depan.

Kedua: Kami meminta agar semua pihak mentaati kesepakatan dan aturan main. Tentu lebih elok jika menerima kekalahan dan kemenangan dengan lapang dada.

Ketiga: Terkait semua proses yang masih berlangsung kami meminta tim dan simpatisan utk mengawal. Kami juga meminta agar semua pihak tidak ada yg curang.

Keempat: Secara terang benderang kami telah menangkap ada upaya-upaya pengecut yang mempersiapkan skenario busuk dengan menggalang opini ada kecurangan dari pihak kami. Ini penting kami tegaskan, kami telah ikut aturan main. Tunduk dan patuh pada UU dan aturan. Kami malah sesungguhnya adalah penantang yang melawan petahana (gubernur yang berkuasa), aneh jika kecuangan justru diskenariokan kepada kami. Karenanya kami mohon agar KPUD dan Bawaslu untuk benar-benar netral menjalankan tupoksi sesuai UU.

Terakhir: Tuduhan bahwa terjadi kecurangan terstruktur sistematis massif di Kota Tangerang sebagaimana yang disampaikan tim hukum Pasangan Rano-Embay kepada media massa adalah fitnah keji tak berdasar. Apalagi kami sebagai penantang petahana, tidak memiliki kekuasaan struktural dan kewenangan penyelenggaraan negara di Kota ini. Kemenangan Wahidin-Andika di Kota Tangerang adalah apresiasi dan buah kepercayaan publik yang luar biasa atas kepemimpinan Bapak Wahidin Halim sebagai Walikota Tangerang periode sebelumnya. Dalam berbagai survei yang digelar, dan kami yakin jika mereka juga menggelar survei serupa, kemenangan paslon kami telah diprediksi sedari awal, itu karena rakyat Kota Tangerang sangat merindukan sosok WH. – (AYU)