Presiden Susilo Yudhoyono mengapresiasi proses pemilihan para pimpinan MPR yang berlangsung hingga Rabu dini hari serta menyambut baik jajaran pimpinan baru MPR itu.

“Tentu beliau menyambut baik hal itu karena sejak awal beliau sudah mempercayakan pada proses dan mekanisme yang ada dalam pemilihan ketua MPR. Dan akhirnya diputuskan ditetapkan Pak Zulkifki Hasan sebagai ketua baru MPR, tentu beliau memberikan apresiasi terhadap proses yang sudah berjalan itu,” kata Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu petang, (8/10).

Menurut Pasha, Yudhoyono dari awal mengikuti proses pemilihan para pemimpin MPR di sela-sela aktivitasnya sebagai kepala pemerintahan.

Sementara itu terkait sejumlah interupsi dalam proses pemilihan, dia mengatakan, presiden melihat hal itu sebagai dinamika. “Proses yang berjalan, itu sesuatu yang patut dilihat sebagai bentuk dari proses pemilihan itu sendiri. Ya saya kira menilai wajar,” katanya.

Mengenai laporan pertemuan antara Yudhoyono dan Hatta Rajasa selaku ketua umum DPP Partai Amanat Nasional, Pasha menolak memberikan penjelasan namun ia menilai komunikasi politik memungkinkan dilakukannya pembicaraan terkait banyak hal.

Ia juga menjelaskan komunikasi itu tentunya tidak keluar dari dinamika yang sedang berproses saat pemilihan ketua MPR.

Pemilihan pimpinan MPR yang diadakan Rabu dini hari berakhir dengan pemungutan suara, yang akhirnya menetapkan Zulkifli Hasan dari Fraksi PAN menjadi ketua.

Terdapat dua paket pilihan yang masing-masing diajukan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP).

Paket A yang diusung KIH terdiri atas calon ketua Oesman Sapta Odang dari Kelompok DPD, dan empat wakil ketua yaitu Ahmad Basarah (Fraksi PDI Perjuangan), Imam Nahrawi (Fraksi PKB), Patrice Rio Capella (Fraksi Partai NasDem) dan Hazrul Azhar (Fraksi PPP).

Sedangkan paket B yang diusung KMP terdiri atas calon ketua Hasan dengan wakil ketua yaitu Mahyudin (Fraksi Partai Golkar), EE Mangindaan (Fraksi Partai Demokrat), Hidayat Nur Wahid (Fraksi PKS) dan Oesman Sapta Odang (Kelompok DPD).

Dalam pemungutan suara tersebut terdapat 678 suara dari total 680 anggota MPR yang hadir. Paket A yang diusung KIH mendapat 330 suara, sedangkan paket B yang diusung KMP mendapat 347 suara. (ant)