Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla (JK) meminta peran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dalam melahirkan wirausaha muda di Indonesia. Hal tersebut JK katakan dalam memberikan arahan di Rakornas  KNPI di Manado pada Minggu,(24/4/2017).

Menurut JK, wirausaha menjadi salah satu solusi agar Indonesia tidak ketinggalan dengan negara-negara di dunia. Apalagi, pemerintah kini sedang gencar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintahan Jokowi-JK menargetkan rasio jumlah wirausaha di Indonesia mencapai empat persen, dari sekarang 3,1 persen. Target yang tidak terlalui tinggi, karena masih berada di bawah rasio negara lain.

Sebut saja Singapura telah mencapai 7 persen, Malaysia 5 persen, dan Thailand 4 persen. Menjadi wirausaha juga bukan perkara mudah, karena sekarang masuk dalam era industri 4.0 yang meliputi inovasi, kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menanggapi hal tersebut Ketua KNPI Sulawesi Utara, Jackson Kumaat mengatakan, KNPI harus fokus dalam melahirkan wirausaha muda di Indonesia. Menurutnya, keberadaan pengusaha sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan sebuah negara.

Saat ini rasio wirausaha Indonesia meski tumbuh pesat belum mencapai 4 persen sehingga tertinggal dibandingkan negara lainnya. “Wapres meminta untuk lahirkan wirausaha muda dan fokus. Makin besar jumlah pengusaha, maka peluang negara tersebut makin maju makin besar,” kata Jackson.

Karena itu, kata Jackson, butuh penguatan kultur kewirausahaan di tengah masyarakat. Kultur kewirausahaan yang kuat akan membantu muncul wirausaha yang tangguh. Menurutnya, masyarakat Indonesia kebanyakan masih berkultur konservatif dalam konteks kewirausahaan.

Menurut Jackson, Wapres JK yang juga pernah aktif di organisasi kepemudaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai ketua cabang dan ketua senat mahasiswa, mampu bertransformasi menjadi pengusaha sukses. Faktor keberhasilan sangat ditentukan untuk fokus di usaha. (rls/ind)