Pernyataan tidak setuju disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terkait pimpinan DPR Tandingan yang digalang Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Menurut dia, Pimpinan DPR tandingan tak perlu dibentuk, karena masih bisa dikomunikasikan lewat musyawarah dengan Koalisi Merah Putih (KMP) yang kini menguasai parlemen. JK pun khawatir adanya Pimpinan DPR tandingan justru akan memecah belah persatuan di Indonesia.

“Ya namanya pimpinan tandingan itu tidak perlu ada, tapi butuh suatu musawarah yang saling memberi toleransi harus ada. Demokrasi harus begitu,” ujar JK di Istana Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (31/10/2014).

Dia berharap, KIH bisa bersinergi dengan KMP di parlemen. “Saling memberi antara koalisi agar terjadi harmoni yang baik dan dua-duanya saya yakin akan baik,” terangnya.

JK juga mengatakan ketidakharmonisan kedua kubu di parlemen itu hanya masalah teknis dan pasti mereda.

“Ya mungkin menyangkut jumlah-jumlah (jatah pimpinan alat kelengkapan dewan) yang mereka bicarakan, tapi ya nyaman nyaman saja,” terangnya.

Diketahui, hari ini lima fraksi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menggelar sidang paripurna tandingan untuk memilih pimpinan DPR.

Alasan dibentuknya DPR tandingan lantaran kekecewaan KIH dengan pimpinan DPR saat ini yang diketuai Setya Novanto. (WH/ind)