Pemerintah Kabupaten Buru Selatan tidak memiliki cukup anggaran untuk membiayai pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan berlangsung pada Desember 2015 bersama tiga kabupaten lainnya di Maluku. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru Selatan, Mahmod Soawakil, mengungkapan APBD Buru Selatan 2015 tidak mengalokasikan anggaran untuk pilkada.

Sementara dana Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun 2014 hanya tinggal Rp8 miliar yang disiapkan untuk pilkada jika memang tidak ada anggarannya. Untuk operasional para komisioner KPU Buru Selatan mengonsultasikan penahapan pilkada, Pemda Bursel baru dapat menyuntik Rp500 juta.

“Saat ini kita baru menghibakan Rp500 juta untuk membantu operasional KPU Bursel, seperti biaya konsulitasi ke KPU pusat, kami tidak memiliki anggaran saat ini,” kata Soakil kepada para anggota Komisi A DPRD Maluku, Senin, 2 Maret 2015.

Menurut Soakil anggaran operasional sebanyak ini diambil dari alokasi dana tak terduga, yang nantinya ditutupi ketika pemerintah sudah memiliki Anggaran Biaya Tambahan (ABT) APBD 2015.

Pada kesempatan tersebut, Soakil menambahkan Pemkab Bursel juga belum mendapatkan proposal anggaran dari pihak KPU Buru Selatan. Sehingga pihaknya belum mampu memprediksi kebutuhan anggarah untuk Pilkada Bursel.