Indopolitika.com – Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim S. Djojohadikusumo, menegaskan pihaknya akan menghapus kalimat pemurnian agama dalam manifesto perjuangan Partai Gerindra yang sempat dipertanyakan sejumlah pihak.

“Ya kami akan hapus dan mengubah kalimat itu, tidak ada masalah,” kata Hashim usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “Gereja Mendengar Visi-Misi Capres 2014” yang diselenggarakan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) di Jakarta, Senin, (2/6).

Luhut Pandjaitan, juru bicara pasangan Jokowi-JK, yang hadir dalam diskusi itu menyatakan kalimat pemurnian agama yang tertuang dalam manifesto perjuangan Partai Gerindra sebagai berbahaya, karena sejalan dengan salah satu doktrin yang dianut paham Wahabi.

Pernyataan Luhut juga didukung tokoh agama Alwi Shihab yang hadir di sana. Alwi mengatakan apabila Gerindra bersikeras bekerja sama dengan kelompok pemurnian agama, maka Nahdlatul Ulama  dikhawatirkan akan habis.

Ketua Umum PGI Andreas Yewangoe juga mengaku khawatir dengan kalimat itu karena seolah-olah negara berhak mengklaim agama tertentu sebagai agama sesat.

Menjawab kekhawatiran itu, Hashim lalu berjanji akan menghapus dan mengubah kalimat itu.

“Mengenai pemurnian agama, itu sebenarnya di mana-mana negara mengaturnya. Kalau dipersoalkan kami akan ubah kalimat itu,” kata dia lagi.

Hashim kemudian menekankan komitmen kakaknya terhadap Pancasila tidak perlu diragukan lagi karena menurutnya, Prabowo hidup dengan keluarga yang memiliki beragam keimanan.

“Adik Prabowo kristen, ibunya kristen, tidak perlu diragukan komitmen Prabowo terhadap Pancasila. Yang biayai Partai Gerindra itu saya dan saya mendukungnya karena saya tahu dia berkomitmen terhadap Pancasila,” tegas Hashim.

Hashim lalu menyebut Prabowo bahwa sejak 2005 telah memperingatkan dirinya soal bahaya paham Wahabi.

“Kami sangat sadar. Tapi yang penting sekarang menang dulu, nanti kita akan atur,” kata Hashim.

PGI menggelar diskusi bertajuk “Gereja Mendengar Visi-Misi Capres 2014” untuk mengetahui secara jelas visi dan misi kedua pasangan capres-cawapres.

Ketua Umum PGI Andreas mengharapkan paparan visi-misi itu dapat memberikan pemahaman bagi umat kristiani untuk selanjutnya menggunakan hak pilihnya secara bebas.

Dalam diskusi itu kubu Jokowi-JK diwakili juru bicara Luhut Pandjaitan, sedangkan kubu Prabowo-Hatta diwakili Hashim S. Djojohadikusumo.