Indopolitika.comWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, harta kekayaannnya merosot akibat keperluan keikutsertaannya dalam pilkada kota Bogor. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini sebelumnya melaporkan harta kekayaannya pada saat akan maju sebagai Wali Kota Bogor Juli 2013 lalu. Saat itu, Bima Arya mengaku, total hartanya sekitar Rp 5 miliar, namun saat ini merosot jadi Rp 3 miliaran.

”(Merosot) karena keperluan pilkada waktu itu,” ujar Bima di kantor KPK, Senin (14/7).

Dia menambahkan, selain itu slip gaji Wali Kota sekitar Rp 6,1 juta. Sehingga banyak keperluan lain menggunakan tabungan. Dia mengakui, ada dana operasional sebagai wali kota yang mencapai Rp 30 juta. Namun, Bima Arya menegaskan, dana itu tidak dapat digunakan untuk kepentingan pribadi.

”Tiga bulan sekali ada tambahan seperti insentif dan retribusi,” ujarnya tanpa menjelaskan secara rinci insentif yang diterimanya. (sm/ind)