Jakarta – Penggusuran Kalijodo menguak tabir ada kepentingan konglomerat di belakangnya bukan untuk menata Jakarta lebih baik. Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sengaja menggelar ‘karpet merah’ bagi pebisnis untuk mengeruk keuntungan di balik penggusuran tersebut.

Kepentingan konglomerat di balik penggusuran Kalijodo terungkap adanya dana penggusuran kawasan kalijodo Agung Podomoro Land. Kasus Agung Podomoro saat ini ditangani KPK. Direktur Utama Agung Podomoro Ariesman Widjaja telah ditetapkan tersangka kasus suap raperda reklamasi Teluk Jakarta.

Peneliti pada Pusat Kajian Politik dan Kebijakan Strategis Ahmad Nasuhi menyayangkan jika penggusuran Kalijodo membawa kepentingan konglomerat. Sebab selama ini yang digembor-gemborkan jika Kalijodo merupakan jalur hijau sehingga perlu digusur.

“Jelas itu (penggusuran) melukai kepentingan masyarakat Jakarta,” kata Nasuhi.

Nasuhi berpandangan, kebijakan penataan ibukota tidak bisa serampangan dengan pertimbangan bisnis semata apalagi membuka pintu masuknga kepentingan konglomerat. Penataan harus didasari untuk kepentingan masyarakat banyak. Bisa saja tanpa melakukan penggusuran atau merelokasi warga.

Ahok dipercaya pimpin Jakarta dengan harapan Jakarta lebih baik dan mengedepankan kepentingan masyarakat Jakarta. Jika faktanya Ahok hanya kepanjangan tangan kepentingan konglomerat, Nasuhi meminfa warga Jakarta pada Pilgub DKI harus bisa lebih cerdas.

“Sekarang sudah ketahuan siapa di balik Ahok,