Hampir selama lima jam, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Irgan Chairul Mahfiz menjalani pemeriksaan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Irgan dicecar perihal keikutsertaannya melakukan ibadah haji pada 2012-2013.

“Saya ditanya tentang keikutsertaan saya mengenai haji 2012-2013,” kata Irgan usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta, Kamis (24/7), sekitar pukul 14.30 WIB.

Irgan menegaskan keikutsertaannya menjalani ibadah haji sudah sesuai aturan, yaitu membayar secara pribadi kepada PT Al Amin Universal selaku Kelompok Bimbingan Ibadah Haji atau perusahaan yang menerima pembayaran untuk rombongan ibadah haji yang menggunakan fasilitas untuk penyelenggara negara dan tokoh masyarakat. Sebagai buktinya, kepada penyidik KPK, Irgan memberikan bukti setoran Bank Mandiri kepada PT Al-Amin.

Lebih lanjut Irgan mengaku tidak tahu siapa pemilik PT Al Amin dan tidak mengetahui apakah keberangkatannya sebagai jamaah haji menggunakan kuota jamaah haji lainnya.

Seperti diketahui, Irgan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012/2013 di Kementerian Agama, dengan terdakwa mantan Menteri Agama (Menag), Suryadharma Ali.

PT Al-Amin Universal diketahui adalah perusahaan yang dimiliki Wakil Ketua MPR dari fraksi Demokrat, Melani Leimena Suharli. PT Al Amin mendapat jatah mengelola kuota haji untuk para tokoh dan penyelenggara negara. Tetapi, dalam pelaksanaannya, kuota tersebut diduga diperdagangkan kepada anggota DPR dan orang dekat Menag. (bs/ind)