Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (MK), Janedri M Gaffar selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan sengekta pilkada Lebak di MK.

Usai diperiksa, dia menjelaskan bahwa penyidik KPK mencecarnya dengan pertanyaan seputar mantan Ketua MK Akil Mohctar dan mantan calon bupati Lebak, Amir Hamzah.

“Kalau khusus yang terkait kasus Amir Hamzah itu kan kami memberikan keterangan yang bersifat administratif, sama keterangannya. Pak Akil kapan diangkat jadi hakim dan kenal tidak dengan pak AH dan Kasmin,” kata Janedri di kantor KPK, Kamis (23/10).

Dirinya mengaku tidak mengenal sosok Amir Hamzah. Ia pun tidak mengetahui apakah Amir menghadiri sidang gugatan pilkada Lebak di MK.

“Saya tidak tahu. Tentang persidangan dan saya hanya bertanggung jawab dalam hal administratif,” ujarnya.

KPK menetapkan mantan calon Bupati dan wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah dan Kasmin sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) Lebak di Mahkamah Konstitusi (MK).

Penetapan Amir dan Kasmin sebagai tersangka merupakan pengembangan dari kasus suap kepada mantan Ketua MK Akil Mochtar.

Keduanya sudah berstatus tersangka sejak tanggal 22 September 2014.

Amir dan Kasmin disangkakan melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu Kitab Undang-udang Hukum Pidana (KUHP).

Keduanya diduga memberi hadiah janji kepada penyelenggara negara atau pegawai negari dengan mengingat kekuasaan atau wewenang bersama TCW (Tubagus Chaeri Wardana) dan RAC (Ratu Atut Chosiyah). (bs/ind)