Indopolitika.comKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mengusut proses pengambilalihan saham Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Serikat Pekerja TPPI dan Indonesian Resource Studies (IRESS) menduga ada pihak-pihak yang sengaja menghalang-halangi proses pengambilalihan saham tersebut. Baca juga: Pengambilanalihan Saham TPPI Berlarut-Larut, Sengajakah?

Selama ini, saham TPPI dimiliki oleh Tuban Petro (59%), Pertamina (15%) dan sisanya oleh kreditur asing. Di Tuban Petro sendiri ada saham pemerintah sebesar 70% dan sisanya dikuasai pemilik lama Honggo Wedratno, salah satu orang kepercayaan Hashim Djojohadikusumo. Untuk kepemilikan ini, Honggo atau Hashim dikabarkan berutang kepada Bank Century. Baca juga: KPK dan Saham TPPI yang Terlupa, Menilik Hubungan Hashim dan Hatta Rajasa

Tuban Petro adalah holding yang dibentuk untuk membawahi tiga perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo dkk, salah satunya TPPI. Karena diduga terlibat kredit macet di bank-bank miliknya sendiri, Hashim lantas menyerahkan tiga perusahaan itu kepada BPPN.

Belakangan, Hashim diketahui ingin membeli ulang perusahaan tersebut. Namun sayangnya, pemerintah tak bersedia sebab secara formal pemilik lama dilarang melakukan pembelian ulang. Karena itulah, urusan TPPI selanjutnya dilakukan melalui Honggo Wendratno.

Anehnya, meski perusahaannya itu terlilit utang, Honggo Wendratno masih bisa bertahan. Pemerintah bukannya mengambil paksa kelompok usaha milik obligor di era Badan Penyehatan Perbankan Nasional itu, melainkan merestrukturisasi utangnya. Padahal cara ini terbukti gagal mengingat hutang Honggo begitu besar.

Usut demi usut, sebagaimana kabar yang beredar, beberapa aktor terlibat di balik modus restrukturasi tersebut. Aktor itu berasal dari kalangan pejabat pemerintah yang punya peran di Tuban Petro. Salah satunya adalah Amir Sambodo, staf khusus mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.

Konon, Amir paling gencar melobi Kementerian Keuangan agar menugasi BP Migas memasok kondensat ketika Pertamina menyetop pasokan akibat gagal bayar. Amir pula yang menghambat setiap upaya konversi saham Tuban Petro yang dikuasai Honggo Wendratno kepada Pertamina.

Seorang sumber menyebutkan, peran dan kedekatan Amir dengan Hatta Rajasa itu kemudian menjadi salah satu alasan mengapa Hashim memilih Hatta jadi cawapres Prabowo. Kelak jika Prabowo jadi Presiden, ungkapnya, Hashim mungkin berharap bisa kembali kuasai Tuban Petro. (Ind)