Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, menegaskan pihaknya terus melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek Wisma Atlet, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

“Saat ini kan sudah ada penyidikan,” kata Samad saat ditemui di Gedung BPKP, Jakarta, Selasa (2/9/2014).

Dia mengaku, penyidikan masih dilakukan terhadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Selatan sekaligus Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet SEA Games Rizal Abdullah.

“Ya kayaknya, saya lupa. Tapi, ada yang sudah naik ke penyidikan,” sambungnya.

Saat disinggung apakah penyidikan akan mengarah kepada Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, karena sebagai penanggung jawab proyek Wisma Atlet, Samad mengaku, tentu pihaknya akan melakukan penyidikan ke arah sana.

“Kita akan menuju ke sana, tapi enggak usah ragulah. Gubernur bagi KPK enteng-enteng saja,” tuntasnya.

Rizal Abdullah sudah santer terdengar dalam kasus Wisma Atlet. Di muka persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada 11 Agustus 2011, Rizal mengaku menerima Rp400 juta dari PT Duta Graha Indah, perusahaan milik bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin.

Sebelumnya, sempat juga mencuat kabar kalau Alex Nurdin menerima fee 2,5 persen dari total nilai proyek yang mencapai Rp2,5 triliun.

Kasus Wisma Atlet menyeret banyak pihak dan sudah menjadi terpidana. Di antaranya M. Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang (anak buah Nazaruddin), Wafid Muharam (Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga), serta bekas anggota Komisi X DPR Angelina Sondakh. (oz/ind)