Kebijakan pemerintah Jokowi-JK menurunkan harga BBM bersubsidi. Langkah ini diapresiasi ekonom Rizal Ramli.

“Penurunan Harga BBM Premium, saya ucapkan selamat kepada Presiden Jokowi, yang menyambut keinginan rakyat dan anjloknya harga minyak mentah di dunia  USD 55/barel, dengan menurunkan harga BBM Premium dari Rp 8500 menjadi Rp 7600,” kata ekonom Rizal Ramli melalui akun twitternya @ramlirizal, Kamis (1/1).
Menurut mantan menteri Perekonomian era Gus Dur ini menilai keputusan ini sudah tepat mengingat harga minyak saat ini sedang anjlok. Keputusan Jokowi yang dulu menaikkan harga BBM di awal pemerintahannya adalah langkah terburu-buru.
“Kenaikan harga BBM Rp2000 yang lalu sangat ‘kesusu’ dengan argumen asal-asalan karena ‘Pejabat Asal Jeplak’ (PAJ) dan ‘pokoke BBM naik’. Jokowi terlalu percaya dengan saran PAJ itu,” sambungnya.
Ia mengatakan sebenarnya dengan harga BBM subsidi Rp 7600 pemerintah sudah bisa mengambil untung Rp 200 hingga Rp 300. Pemerintah pun diminta lebih memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran.
“Golongan menengah bawah secara tidak langsung subsidi pemerintah dan infrastruktur. Seharusnya konsumen menengah atas, pertamax dan pertamax plus harus ikut membayar lebih mahal melalui pajak BBM,” terangnya.
“Artinya beban ekonomi ditanggung bersama sesuai kemampuan, yang lebih mampu membayar lebih mahal, yang tidak mampu dilindungi atau membayar lebih sedikit,” pungkas Rizal. (akt/ind)