Indopolitika.com – Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani dinilai setengah hati mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hal ini lantaran Puan masih menyimpan kekecewaan kepada Jokowi.

Penyebabnya, Jokowi lebih JK ketimbang dirinya. Padahal sempat santer dikabarkan, Puan menjadi salah satu tokoh yang masuk dalam daftar kandidat calon wakil presiden Jokowi.

“Saya yakin kekecewaan di pihak Puan Maharani pasti ada,” kata Direktur Riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMR), Djayadi Hanan di Jakarta, Kamis (19/6/2014).

Menurut Djayadi, sangat wajar bila kemudian merebak isu kubu Puan tidak all out mendukung Jokowi-JK. Selain itu, banyak pendukung Puan berharap besar putri kandung Megawati itulah yang seharusnya menjadi cawapres Jokowi.

Indikasi kurang mendukungnya Puan dan Megawati, kata Djayadi, dapat dilihat dari minimnya kehadiran kedua tokoh itu dalam kampanye-kampanye pasangan nomor urut 2 itu. Djayadi menduga Mega dan Puan merasa bahwa Jokowi dengan ketokohannya akan dapat bergerak sendiri.

Padahal, dia menilai, Pilpres merupakan pertarungan milik seluruh pendukung pasangan calon yang diusung, baik partai maupun jejaring relawan. “Seharusnya Mega, Puan, dan PDIP punya motivasi kuat untuk all out dalam Pilpres ini,” kata Djayadi.

Sementara itu, menurut peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby, stagnasi bahkan penurunan elektabilitas Jokowi disebabkan tidak maksimalnya mesin partai belum mendukung jagoan mereka.

“Kita melihat salah satu sebabnya adalah mesin politik Jokowi belum berjalan optimal. Mungkin saja bahwa konsolidasi di internal PDIP sendiri masih berjalan,” kata dia.

Puan Maharani sendiri membantah keras dirinya dan lingkaran dekatnya setengah hati mendukung pasangan Jokowi-JK. Menurut Puan, bila dia tak mendukung penuh Jokowi, untuk apa dia datang ke Kendari untuk ikut mengkampanyekan Jokowi. (oz/ind)