Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dalam mengembangkan pendidikan kemaritiman dengan Amerika Serikat yang dinilai memiliki tingkat pendidikan yang baik dalam hal tersebut.

“Amerika Serikat merupakan negara maju yang merupakan acuan dunia dan satuan pendidikan di KKP,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di Jakarta, Selasa, (20/1/2015).

Menurut Susi Pudjiastuti, kerja sama dengan AS merupakan hal yang penting terutama dalam mengembangkan bidang riset dan penelitian terhadap bidang kemaritiman di Indonesia.

Selain itu, ujar dia, kerja sama dengan tingkat internasional juga esensial bila mengingat Indonesia akan segera menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Menteri Kelautan dan Perikanan juga menginginkan agar lembaga pendidikan di KKP dapat menjadi pelopor untuk menciptakan teknologi terapan yang inovatif.

Dengan demikian, lanjutnya, hal itu juga dinilai dapat meningkatkan daya saing sektor kelautan dan perikanan juga mendorong produktivitas sektor tersebut.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada 6 November 2014 juga telah menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat untuk RI Robert Blake guna membicarakan peningkatan kerja sama pengawasan laut antara kedua negara.

“Saya menjelaskan tentang program moratorium serta untuk mengubah pola industri penangkapan ikan agar sesuai dengan kaidah lingkungan dan berkelanjutan,” kata Susi Pudjiastuti setelah menerima Dubes AS di kantor KKP ketika itu.

Menurut Susi, pertemuannya dengan sejumlah duta besar berbagai negara merupakan hal penting untuk meningkatkan kerja sama serta menyesuaikan diri dengan kebijakan baru yang diterapkan KKP.

Untuk itu, ujar dia, terdapat banyak “pekerjaan rumah” yang harus dikerjakan untuk meningkatkan hubungan kerja sama perikanan dengan berbagai negara luar negeri termasuk Amerika Serikat.

Sementara itu, Dubes AS Robert Blake pada saat itu mengemukakan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan pihak Indonesia antara lain terkait mengatasi pencurian ikan.

Selain itu, pemerintahan Amerika bakal memberikan bantuan fasilitas guna meningkatkan pengawasan terhadap kawasan perairan Indonesia. (ant)