Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja alias Ahok seperti mulai merasa terancam popularitas dan elektabilitasnya  dengan kehadiran sosok Cagub lain khususnya Yusril Ihza Mahendra. Hal itu bisa dilihat sikap Ahok yang kerap reaktif menanggapi pernyataan-pernyataan dari mantan Menteri Hukum dan HAM era Megawati Soekarnoputri ini.

 

Puncaknya ketika Ahok menuduh Walikota Jakarta Utara Rustam Efendi sebagai pendukung Yusril. Rustam langsung membantah tak ada kaitannya dengan Yusril. Akhirnya Rustam mengundurkan diri.

“Saya rasa Ahok mulai waspada dengan move politiknya Yusril,” kata peneliti dari Indonesia Monitor (IM) Syifak M Yus kepada media, Selasa (26/4).

Menurut Syifak, saat ini lawan yang sepadan melawan Ahok adalah Yusril. Dengan pengalamannya sebagai menteri dan logika yang rasional membuat Yusril punya kelebihan.

Apalagi sebelumnya, masyarakat Jakarta mengira Ahok akan menang tanpa kendala karena tak ada lawan sepadan. Namun kini bisa berubah. Elektabilitas Yusril terus naik. Hasil survei Populi Center menempatkan Yusril sebagai Cagup penantang Aho di rangking dua. Elektabilitasnya naik sangat signifikan yang besarnya mencapai 23 persen.

“Sebelumnya kan orang merasa Ahok pasti menang, namun kini Yusril patut diperhitungkan,” kata Syifak. (ln/ind)