Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) membuka penjaringan Bakal calon (Balon) Bupati Serang sejak 17 Desember 2014. Menyusul, akan dihelatnya Pemilihan Bupati (Pilbup) Serang pada Desember 2015 mendatang. Dari proses penjaringan sudah ada tiga orang dari eksternal partai mengambil formulir pendaftaran. Salah satunya, Ratu Tatu Chasanah yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Serang.

Tatu Chasanah yang juga sudah diusung Partai Golkar sebagai Balon Bupati Serang, menjadi orang pertama yang mengembalikan formulir penjaringan di Sekretariat DPC PDI-P Kabupaten Serang, Selasa (23/12/2014).

Kedatangan Tatu yang juga merupakan Ketua DPD I Partai Golkar Banten, didampingi oleh kader partai Golkar yang juga anggota DPRD Kabupaten Serang, Fahmi Hakim. Dalam kesempatan itu, Tatu mengatakan pada dasarnya Partai Golkar tidak menutup diri untuk partai lain.

”Mudah-mudahan partai-partai lain bisa diajak bareng-bareng ikut bergabung di pilkada, mungkin  itu pasti akan lebih baik. Karena pada intinya untuk membangun daerah ini (Kabupaten Serang) kan tidak cukup untuk satu kelompok atau dua kelompok,” ujar Tatu.

Menurut Tatu, pihaknya siap mengikuti semua mekanisme penjaringan PDI-P secara total. Sebab, hal itu untuk membangun komunikasi diantara kedua partai.

”Saya harus mengikuti semua tahapannya secara total, karena untuk menyamakan persepsi. Sehingga visi misinya sama,”ungkap Tatu.

Ketua DPC PDI-P Kabupaten Serang Ida Rosida Lutfi mengatakan, setelah formulir tersebut dikembalikan maka tahapan selanjutnya akan diserahkan ke Dewan Pimpinan Pusat.

“Akan tetapi, terlepas dari kader partai apapun, maka dia  (Tatu) harus mempunyai komitmen jelas untuk PDI-P. Ketika dia (Tatu) ada bersama kami dia juga harus mengikuti aturan kami,” ujarnya.

Ida menambahkan, sebagai Balon Bupati yang mendaftar pada penjaringan PDI-P, kebijakan Tatu harus selaras dengan PDI-P. Terlebih, saat ini PDI-P sedang giat melakukan revolusi mental.

“Dulu kami pernah mengusung beliau (Tatu) sebagai Wakil Bupati Serang. Jadi, mungkin tidak bisa mengambil kebijakan. Untuk itu, kedepan dia harus melaksanakan revolusi mental,” tandas Ida yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang ini. (rb/ind)