Kinerja Plt Gubernur Banten Rano Karno dinilai tidak optimal, minim gebrakan dan perubahan. Karena, pasca korupsi menjerat Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Demikian dikatakan Ketua DPD Pos Perjuangan Rakyat (Pospera) Banten Ahmad Yuslizar usai acara deklarasi Pospera di Istana Nelayan, Tangerang, Kamis (21/5). Yuslizar juga mengungkapkan, bukti ketidak optimalnya Rano Karno memimpin Banten adalah banyaknya sisa lebih anggaran pembangunan atau Silpa tahun 2014 hingga mencapai Rp 1,6 triliun.

Hal ini, kata Yuslizar, menunjukkan bahwa kinerja aparatur pemerintah di bawah kepemimpinan Rano Karno masih sangat lemah. Bukti lain, sebut Yuslizar, kemiskinan di wilayah Provinsi Banten terus meningkat, dan pertumbuhan ekonomi cenderung menurun.

“Sejauh ini, beberapa kepala daerah di Banten masih tidak konsisten pada agenda pembaruan. Lihat saja, Rano Karno, sampai hari ini, apa prestasinya buat Banten? Indeks kemiskinan meningkat, dan pertumbuhan ekonomi terus menurun,” ujar Yuslizar.

Ketua Umum DPP Pospera yang hadir dalam acara deklarasi tersebut, Mustar Bonaventure juga mengatakan, Pospera sendiri merupakan organisasi massa (Ormas) yang independen, dan tidak di bawah bendera partai politik. Karena, menurut Mustar, pengurus, baik di DPP maupun di DPD berasal dari berbagai golongan, dan lintas partai.

Dewan Pembina DPD Pospera Banten, M. Sofyan menambahkan, dalam deklarasi DPD Pospera Banten ini dirangkai dengan kegiatan seminar, dengan tema “Dengan Pilkada yang Berkualitas akan Menghasilkan Pemimpin Berkualitas”.

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut Ketua DPD PDIP Banten Sukira, Ketua DPD Demokrat Aeng Chaerudin, Pengamat Politik UIN Teguh Santuso, dan Direktur Lembaga Survey Konsep Indonesia (Konsepindo) Reseach & Consulting Veri Muhlis Ariefuzzaman.

“Lewat diskusi ini, kita berharap akan ada solusi pencarian pemimpin yang berkualitas. Yang tentu saja, dimulai dari bagaimana membangun sistem pemilihan yang berkualitas, transparan, dan tidak nepotisme,” pungkasnya. (tp/ind)