Indopolitika.com –  Pengamat politik dari Jarinusa, Deni Lesmana, mempertanyakan pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang menjanjikan kursi menteri agama berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) jika Jokowi terpilih menjadi Presiden nanti.

Hal ini, kata Deni, sangat bertolak belakang dengan apa yang selama ini digembar-gemborkan Jokowi, bahwa tidak ada politik transaksional atau bagi-bagi jatah kursi menteri diantara partai koalisi yang diklaim Jokowi tanpa syarat.

“Ini kan ganjil, di satu sisi Jokowi gembar-gembor tidak ada bagi-bagi kursi jatah menteri, tapi ada pernyataan dari salah satu ketua parpol pengusung Jokowi-JK yang menjamin kursi Menteri Agama berasal dari NU,” ucap Deni Lesmana, di Jakarta, Sabtu, (31/5).

Meskipun pernyataan Muhaimin Iskandar buru-buru dibantah Jokowi, Deni menilai,  koalisi tanpa bagi-bagi jatah kursi menteri Jokowi hanyalah akal-akalan pencitraan Jokowi saja. Menurutnya, politik transaksional dalam sebuah koalisi tidak bisa terhindarkan. Sekalipun, lanjut Deni, posisi menteri tersebut diisi oleh kalangan profesional sekalipun.

“Ini realitas politik yang ada di negara kita, bahasanya memang diawal tidak ada bagi-bagi jatah kursi menteri. Tapi lihat saja nanti,” jelas Deni.

Pernyataan Muhaimin Iskandar yang menjamin kursi Menteri Agama akan diisi dari kalangan NU memang menuai kontroversi. Politikus PKS, Prijanto Robbani, menilai transaksi politik yang dibangun Jokowi nyata adanya. Statement Cak imin, kata Prijanto Robbani, seakan membenarkan ada bagi-bagi jatah kursi menteri.

“Statement cak Imin yg menyebutkan Menteri Agama dari NU. Menjustifikasi bahwa transaksi politik itu nyata adanya. Biarpun buru2 dibantah…,” tulis Prijanto Robbani dalam akun twitternya @PrijantoRabbani.

Senada dengan Prijanto Robbani, Wisnu Moko juga meragukan koalisi tanpa syarat Jokowi. Pemilik akun @Wisnumoko ini sedikit menyesalkan pernyataan Muhaimin Iskandar.

“Klo porosnya menang menteri agama djamin dr NU, piye to katanya koalisi tanpa syarat. Cak imin cak imin,” kicau @Wisnumoko.

Sebelumnya,  dalam sebuah acara di Jawa Timur, Minggu 25 Mei 2014 lalu, Muhaimin Iskandar mengatakan, bila pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla memenangi pemilu presiden pada 9 Juli nanti, dia mengatakan yang bakal menjabat menteri agama adalah kader Nahdlatul Ulama.

Jusuf Kalla yang turut hadir dalam kegiatan di Surabaya bersama Muhaimin itu juga menjamin, bila dirinya dan Jokowi unggul, kader NU-lah yang akan dipilih sebagai menteri agama. “Iya, itu sudah jaminan,” kata Jusuf Kalla. (Ind)