Koalisi mahasiswa UIN (KMU) mengingatkan pemilu raya (pemira) mahasiswa di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta harus dijalankan secara konstitusional dan Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia (LUBER).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara KMU, Deni Iskandar pada pemira UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (01/10) di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

“Kami mengingatkan kepada semua elemen yang terlibat dalam pemilu raya kampus untuk menahan diri dari provokasi, bagaimana pun kampus adalah laboratorium bagaimana demokrasi dijalankan dengan sesungguhnya,” ujar Deni

Ia menambahkan, siapapun yang terpilih harus benar-benar dapat menjalankan tridharma perguruan tinggi sebagai manifestasi kualitas insan cita mahasiswa.

“Ditengah banyaknya persoalan umat yang harus diselesaikan, pemira harus dapat menghasilkan kepemimpinan umat. Mahasiswa harus hadir sebagai penyambung lidah umat,” tegasnya.

Seperti diketahui, hari ini mahasiswa UIN syarif Hidayatullah Jakarta sedang menggelar pemilu raya untuk memilih presiden mahasiswa di tingkat jurusan, fakultas dan universitas.

Pemira yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali dalam sejarahnya digagas oleh mahasiswa UINsebagai kritik terhadap sistem pemerintahan orde baru yang otoriter dan anti-demokrasi. (ind)