Komisi I DPR mendukung rencana TNI membeli pesawat tempur Sukhoi Su-35.

“TNI sudah mengajukan kebutuhan Sukhoi Su-35 ya dan sudah disampaikan ke Komisi I DPR. Komisi I prinsipnya mendukung kalau untuk mendukung perimbangan kekuatan, sekalian saja, jangan tanggung-tanggung,” kata Ketua Komisi I DPR, Mahfuz Siddik, di Jakarta, Kamis.

Namun politisi Partai Keadilan Sejahtera itu mengakui bahwa pembelian 16 pesawat tempur langsung untuk satu skuadron tidak memungkinkan.

“Pembelian ini untuk mengganti satu skuadron. Mungkin karena harga mahal, tidak mungkin kita secara langsung satu skuadron, tapi bertahap,” katanya.

Ia juga menyarankan pembelian pesawat dilakukan lengkap dengan persenjataan dan suku cadangnya.

“Kalau beli tahap awal misalnya enam unit, harus lengkap dengan persenjataan dan suku cadang, selama ini belum lengkap, dicicil,” katanya.

Pendanaan untuk pembelian Sukhoi Su-35, menurut dia, masih akan dibahas.

“Itu sebenarnya pinjaman luar negeri. Kita sendiri belum bahas, apakah sudah ada green light dari Bappenas dan Kementerian Luar Negeri. TNI dan Kementerian Pertahanan sudah setuju, tergantung Bappenas karena itu kan pinjaman luar negeri,” demikian Mahfuz Siddik. (ant)