Kongres Partai Demokrat IV di Surabaya, Jawa Timur, mengisyaratkan akan memilih kembali Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara aklamasi sebagai ketua umum.

“Kami tidak ingin terjadi dualisme partai dalam kepengurusan, itu ditakutkan oleh kader sendiri,” kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo di sela Kongres IV Surabaya, Selasa, (12/5).

Menurut dia kongres ini dimungkinkan akan berakhir aklamasi atau tanpa pemungutan suara, melihat mayoritas kader akan kembali memilih SBY sebagai ketua umum partai berlambang bintang mercy tersebut.

Ia mengatakan aspirasi untuk memilih kembali SBY sebagai ketua umum diusulkan dari bawah dengan mempertimbangkan pengalaman sepuluh tahun menjabat presiden. Selain itu, juga berkaca pada perpecahan dua partai pascakongres.

Mengenai calon lain yang akan maju menjadi calon Ketua Umum Demokrat pada Kongres IV di Surabaya yakni I Wayan Gede Pasek Suardika, menurut dia itu sah-sah saja.

Ia pun membantah adanya peraturan tata tertib yang beredar dan dibagi ke peserta sebelum peraturan itu dibahas.

“Tidak ada itu, dan saya pun tidak pernah dapat tatib, apalagi ada yang beredar. Yang dibicarakan tadi di dalam adalah pengarahan saja,” ujar dia.

Sementara Plt Ketua DPD Demokrat Sulawesi Selatan Nikmatullah menegaskan bahwa untuk wilayah 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan bulat mendukung SBY terpilih kembali secara aklamasi.

“Sulsel sudah sebulan lalu bulat mendukung SBY, dan 24 DPC siap mendukung beliau dan tidak lagi bergeser ke yang lain,” katanya.

Terkait dengan adanya calon lain yang maju bertarung pada kongres, legislator DPRD Sulsel ini mempersilakan.

“Silakan calon lain yang mau maju, tapi kami sepakat tetap mendorong SBY kembali memimpin karena usulan dari bawah,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, mayoritas DPD di wilayah timur Indonesia tetap mendukung SBY menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.(ant)