Genderang Pilkada Jawa Barat sudah mulai terdengar dan bising. Walau pelaksanaannya masih satu tahunan lagi, namun aroma persaingan mulai tercium.

Ini karena beberapa hari yang lalu Partai Nasdem sudah mendeklarasikan diri mengusung  Ridwan Kamil. Pilkada Jawa Barat memang akan terlihat lebih menarik karena banjir dan cairnya pemilih. Demikian dikatakan Konsultan Politik dari Lembaga Survei Konsepindo Research & Consulting, Veri Muhlis Arifuzzaman.

Kepada media Veri menyatakan siapapun figur yang populer dan berhasil membangun jaringan serta kontrol ke tiap TPS di semua pelosok Jawa Barat akan memenangkan kontestasi. “Jawa Barat itu padat pemilihnya dan cair bentuk dukungannya, swing voters di Jabar itu tinggi, kapan waktu bisa suka ke satu figur, di waktu berbeda beralih ke figur lain,” demikian ujarnya.

Beredarnya nama-nama beken yang sudah lama mengisi jagat bakal calon tak diragukan lagi membuat peta persaingan akan berlangsung seru. “Ada Ridwan Kamil, Petahana Deddy Mizwar, juga istri gubernur Aher serta figur lain seperti Bupati Purwakarta akan membuat perebuatan kendaraan politik menuju Pilkada berlangsung sengit. Ridwan tampaknya tancap gas dan itu tepat,” demikian ungkap direktur utama Konsepindo ini.

Sebenarnya Pilkada Jawa Barat akan lebih heboh jika tokoh-tokoh yang berasal dari Jabar menyatakan akan ikut kontes. Veri menyebut nama Airin Rachmi Diany, walikota Tangsel asal Kota Banjar ini menurutnya akan memberi efek gentar jika turun di Pilkada Jabar. “Dia berprestasi, orang Jawa Barat, mojang priangan dan petrung. Pengalamannya ikut pilkada di Banten akan jadi modal luar biasa jika terjun di Jawa Barat,” demikian ujarnya.

Veri menutup pernyataannya dengan statemen bahwa figur manapun asal dia populer dan punya jaringan terstruktur dan taat komando di semua pelosok Jawa Barat, akan memenangkan kontestasi dan terpilih jadi gubernur.